Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Pemerintah Tunisia umumkan reformasi setelah gelombang demonstrasi

Pemerintah Tunisia umumkan rangkaian reformasi sosial, beberapa hari setelah terjadi demonstrasi yang menolak kebijakan penghematan.

Pemerintah Tunisia umumkan rangkaian reformasi sosial, beberapa hari setelah terjadi demonstrasi yang menolak kebijakan penghematan.

Protes terjadi menjelang peringatan tujuh tahun penggulingan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali pada Minggu (14/01).

Pemerintah mengelar rapat darurat untuk merespon protes yang telah menyebabkan 800 orang ditahan.

Pejabat pemerintah mengatakan berencana untuk menyerahkan usulan reformasi layanan kesehatan, perumahan dan peningkatan bantuan untuk rakyat miskin kepada DPR.

Demonstrasi terjadi sejak awal Januari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan pajak dan harga Tahun Baru pada anggaran negara 2018.

Pada Desember Dana Moneter Internasional IMF menyatakan pemerintah Tunisia harus mengambil "tindakan penting" untuk mengurangi defisit anggarannya.

Pemerintah dianggap gagal untuk menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan, dan industri wisata yang vital di negara tersebut masih sulit untuk bangkit kembali setelah serangan teror dengan target warga asing pada 2015 lalu.

Warga Tunisia melakukan protes di jalanan setelah pemerintah mengumumkan rencana kebijakan, yang merupakan upaya Perdana Menteri Yousef Chahed untuk mengatasi "masa sulit" yang dialami Tunisia pada tahun sebelumnya.

Tunisia
AFP/GETTY
Parti politik, serikat pekerja, pengusaha bertemu pada Sabtu lalu untuk membahas krisis

Juru bicara kementerian luar negeri Tunisia Khlifa Chibani mengatakan pada Sabtu (13/01) bahwa 803 orang ditahan sepanjang pekan karena diduga sebagai penyebab kekerasan, pencurian dna penjarahan selama demonstrasi.

Dia mengatakan 97 anggota pasukan keamanan negara cedera dalam kerusuhan, tetapi tidak menyebutkan jumlah pemrotes yang terluka.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas