Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Menlu Retno: Indonesia Bakal Bantu Afghanistan dalam Kembangkan Kapasitasnya

Pertemuan juga membahas rencana Pemerintah Indonesia yang akan membantu pembangunan ekonomi Afghanistan

Menlu Retno: Indonesia Bakal Bantu Afghanistan dalam Kembangkan Kapasitasnya
Tribunnews.com/Rina Ayu
Aggota High Peace Council (HPC) Afghanistan terlihat datang ke kantor Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Senin sore (12/2/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani bersama anggota High Peace Council (HPC) Afghanistan terlihat datang ke kantor Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Senin sore (12/2/2018).

Pertemuan yang dilakukan sekitar 1,5 jam tersebut, juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan ditemui langsung oleh Wapres JK.

Retno mengatakan, selain membahas mengenai upaya perdamaian di Afghanistan, pertemuan juga membahas rencana Pemerintah Indonesia yang akan membantu pembangunan ekonomi Afghanistan.

Baca: Curhat Mantan Anggota DPR soal Proyek KTP-el ke Hakim, Ada Istilah Gajah-gajah

"Pembangunan ekonomi juga diperlukan, kalau tidak, maka perdamaian tercipta itu tidak akan dapat di maintenance, oleh karena itu kita juga akan membantu," ujar Retno.

Retno menjelaskan, Indonesia dalam membangun perekonomian Afghanistan, akan memberikan capacity building (pembangunan kapasitas), serta memberikan beasiswa atau scholarship.

"Mereka minta kalau bisa scholarship dan capacity building itu diberikan kepada bisnis. Bisnis, misalkan mereka belajar tentang standarisasi bagaimana satu produk itu bisa laku jual diekspor dan sebagainya," ucap mantan Dubes RI di Belanda ini.

Meski sedang berkonflik, Retno mengatakan ada potensi besar dari negara Timur Tengah itu.

Baca: Penyerang Gereja Lidwina Pernah Membuat Paspor Suriah

"Mereka itu (Agfhanistan) adalah negara dengan potensi yang besar, tetapi karena gangguan-gangguan itu belum bisa. Oleh karena itu mereka ingin ada satu capacity building yang terkait dengan masalah bisnis," ucap Retno.

Selain itu, kerjasama bisnis yang akan dijalankan antara Indonesia dan Afghanistan juga akan memiliki pesan khusus bahwa berbisnis di negara yang memiliki konflik saudara selana 40 tahun itu memungkinkan.

"Kita sudah mulai masuk dengan salah satu BUMN kita dan kita akan dorong. Kalau BUMN ini berhasil maka ini mengirimkan pesan bahwa berbisnis dengan Afghanistan itu juga mungkin. Jadi triknya kita lakukan prosesnya kita lakukan in paralel," ujar Retno.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas