Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perang di Suriah

Dubes Haley Beberkan Alasan AS Kirim Rudal ke Suriah

uta Besar Perwakilan AS di PBB Nikki Haley membeberkan alasan penyerangan rudal Amerika Serikat ke negara Suriah

Dubes Haley Beberkan Alasan AS Kirim Rudal ke Suriah
Associated Press
Seorang tentara Suriah tengah mengabadikan foto reruntuhan gedung yang diduga merupakan pusat penelitian senjata kimia, usai serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat, Perancis dan Inggris ke Suriah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Duta Besar Perwakilan AS di PBB Nikki Haley membeberkan alasan penyerangan rudal Amerika Serikat ke negara Suriah pada 14 April lalu.

Melalu keterangann resmi yang diterima Tribun pada Senin malam (17/4/2018), Dubes Haley menyakini aksi militer itu sebagai langkah pencegahan agar Suriah tak menggunakan senjata kimianya.

Sehingga ujar Halley, target Amerika Serikat bersama Perancis maupun Inggris adalah menyerang salah satu tempat untuk penelitian dan pengembangan senjata kimia di Damaskus Suriah.

"Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat bukan sebagai bentuk balas dendam, bukan sebagai hukuman, dan juga bukan sebagai bentuk pamer kekuatan. Kami bertindak untuk mencegah penggunaan senjata kimia di kemudian hari dengan menuntut pertanggungjawaban rezim Suriah atas kejahatan kemanusiaan," klaim Haley saat pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB Terkait Suriah, pada (14/4/2018).

Alasan penyerangan itu, ujar Haley, diperkuat dengan informasi terkait rezim Suriah yang menggunakan senjata kimia di Douma pada 7 April 2018

"Informasi secara jelas menunjukkan kejahatan yang dilakukan Assad. Amerika Serikat, Perancis, dan Inggris bertindak setelah mempelajari fakta-fakta ini seteliti mungkin," tuturnya.

Amerika Serikat pun menyinggung keterlibatan Rusia, dalam hal ini Rusia diketahui tak mengindahkan komitmen internasional untuk menuntut penghapusan senjata kimia serta melindungi kelompok Assad.

"Dewan Keamanan telah gagal memenuhi tanggung jawabnya mencegah penggunaan senjata kimia. Kegagalan ini sebagian besar akibat halangan dari Rusia. Kami berharap Rusia bisa melihat situasi ini dan mengambil tanggung jawabnya sebagai Anggota Tetap Dewan dan memperjuangkan prinsip Perserikatan Bangsa Bangsa yang seharusnya dijunjung," ujar Halley.

Amerika Serikat, Inggris, maupun Perancis, ditegaskan Haley tak segan melakukan tindakan yang sama jika Suriah masih memaksa penggunaan senjata kimia itu.

"Kami berhasil menyerang jantung pembuatan senjata kimia Suriah, dan berkat aksi ini, kami yakin telah melumpuhkan program senjata kimia Suriah. Kami bersiap untuk terus melakukan tekanan ini, bila rezim Suriah berniat meneruskan misinya," kata Dubes Haley.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas