Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Perempuan sakit parah namun diejek operator ambulans: ia tak tertolong dan meninggal

Naomi Musenga menelpon layanan ambulans karena menderita sakit perut yang sangat parah. Operator malah mengejeknya: "Anda pasti akan mati suatu

Seorang operator ambulans berkilah bahwa kondisi kerjanya terlalu buruk dan penuh tekanan sehingga tidak bisa disalahkan atas kematian seorang ibu muda yang dia ejek saat menelponnya untuk minta bantuan darurat.

Dalam peristiwa itu, Naomi Musenga, 22, menelpon layanan ambulans Strasbourg, Prancis, karena menderita sakit perut yang sangat parah. Naomi berkata: "Saya akan mati," dengan suara lemah.

Namun operator malah mengejeknya dengan mengatakan, "Anda pasti akan mati suatu hari nanti, seperti yang lainnya juga."

Operator yang namanya tetap dirahasiakan itu mengatakan kepada stasiun TV Prancis bahwa dia berada di bawah tekanan dan menjalani beban kerja berlebihan di layanan darurat itu.

Ditanya apakah dia menyesali apa yang dikatakannya kepada pasien yang kemudian meninggal itu, dia menjawab: "Dalam kedaaan itu ... ya bisa dikatakan kata-kata saya itu tidak pantas."

"Kami terus-menerus bekerja dalam ketegangan ... Saya bisa dua atau tiga jam terus melayani telepon, tidak punya waktu untuk bangun. Begitu banyak (panggilan telepon) dari mana-mana," katanya.

Jadi, katanya "kami menutup telepon dan kami memilih (yang dianggap tepat)."

Dia mengatakan banyak rekannya di layanan darurat medis mendapat ancaman sejak berita kematian Musenga muncul.

Naomi Musenga's, Louange, her father, Mukole, and her mother, Honorine, speak to journalists on 10 May 2018 in Strasbourg
AFP
Keluarga Naomi Musenga memahami kondisi kerja operator layanan darurat.

Keluarga Musenga sendiri menolak menyalahkan operator itu, dan mengakui kondisi kerja di sana begitu buruk, lapor BFMTV Perancis.

Pengacara operator itu mengatakan kepada BFMTV pekan lalu bahwa dia kliennya menerima sekitar 2.000 panggilan telepon per hari.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas