Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Selandia Baru Menempatkan Anggaran Lebih Dalam Kesehatan dan Pendidikan

Robertson mengatakan anggaran 2018 difokuskan pada pembangunan kembali layanan publik

Selandia Baru Menempatkan Anggaran Lebih Dalam Kesehatan dan Pendidikan
Nick Perry / AP
Menteri keuangan Selandia Baru Grant Robertson membahas rencana anggarannya di Wellington. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNNEWS.COM, SELANDIA BARU - Pemerintah Partai Buruh pertama dalam hampir satu dekade telah berjanji untuk membuat Selandia Baru menjadi bangsa yang adil dan setara dimana anak-anak berkembang dan keberhasilan diukur oleh kehidupan rakyat yang lebih baik.

Menteri Keuangan Grant Robertson mengatakan pemerintah koalisi Buruh tidak ingin mengelola isu kemiskinan anak dan tunawisma, Dia mengatakan jika isu tersebut harus diakhiri.

Robertson mengatakan anggaran 2018 difokuskan pada pembangunan kembali layanan publik yang penting, terutama sektor perawatan kesehatan.

Anggaran tahun depan akan menjadi yang pertama di dunia untuk mengukur keberhasilan dengan kesejahteraan rakyat.

“Kami ingin Selandia Baru menjadi tempat di mana semua orang memiliki kesempatan yang adil, dan di mana kami menunjukkan kebaikan dan pengertian satu sama lain,” ujar Robertson dilansir theguardian, Kamis (17/5/2018).

“Perubahan ini adalah tentang mengukur keberhasilan secara berbeda. Tentu saja ekonomi yang kuat penting tetapi kita tidak boleh kehilangan pandangan mengapa itu penting. Dan yang paling penting untuk memungkinkan kita semua memiliki kehidupan yang lebih baik, pemerintah menempatkan kesejahteraan manusia sebagai pusat dari semua pekerjaannya,” katanya.

Robertson mengatakan sebelum memulai kebijakan sosial seperti mengakhiri kemiskinan anak, pertama-tama harus berinvestasi dalam peningkatan layanan publik seperti rumah sakit dan sekolah.

Perdana menteri Jacinda Ardern mengatakan anggaran pertama pemerintahan tidak terfokus pada siklus pemilihan, tetapi peningkatan generasi dalam kehidupan Selandia Baru.

“Baiklah, mari kita mulai dengan reputasi Selandia Baru, bukan? Kami sedang membangun kembali pemerintahan yang memikirkan orang-orang,” ujar Ardern

“Dalam 15 atau 20 atau 30 tahun, saya ingin anak saya melihat kembali buku-buku sejarah dan menilai saya dan pemerintah ini dengan baik, daripada memutuskan untuk mengubah nama mereka,” katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas