Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Uni Eropa Ingin Selamatkan Perjanjian Atom Dengan Iran

Para pimpinan pemerintahan Uni Eropa bermaksud menyelamatkan kesepatakan dengan Iran, sekalipun Presiden AS Donald Trump mengancam…

Uni Eropa Ingin Selamatkan Perjanjian Atom Dengan Iran

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa di Sofia, Bulgaria, 28 pemimpin negara-negara Eropa menyatakan akan mempertahankan kesepakatan atom dengan Iran, sekaligus menyatakan kekecewaan mereka terhadap politik Donald Trump.

Ketua KTT Uni Eropa Donald Tusk mengatakan, keputusan-keputusan Donald Trump menunjukkan bahwa AS hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Uni Eropa tidak perlu "berilusi" tentang haluan politik Donald Trump, tandasnya.

Kesepakatan Atom dengan Iran ditandatangani tahun 2015 oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan Cina. Kesepakatan itu bertujuan menghentikan ambisi Iran membuat senjata nuklir. Namun Donald Trump mengumumkan pemerintahnya menarik diri dari kesepakatan itu, karena menganggap perjanjian itu tidak efektif.

Para diplomat Uni Eropa menyatakan, kesepakatan itu harus dipertahankan dan tetap dilaksanakan. Namun masih belum jelas, apa rencana konkrit Uni Eropa untuk membantu perusahaan-perusahaan Uni Eropa yang kini terancam sanksi Amerika Serikat, karena menjalankan bisnis di Iran.

Ancaman sanksi AS

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan, perusahaan-perusahaan yang masih menjalankan bisnis dengan Iran dalam tiga sampai enam bulan mendatang akan terkena sanksi AS. Trump menuduh Iran secara diam-diam tetap bermaksud memproduksi senjata atom, sekalipun para pengawas atom internasional dalam laporannya menyebutkan, Iran hingga kini menaati kesepakatan atom dari tahun 2015.

Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengusulkan beberapa opsi untuk menghindari sanksi AS. Uni Eropa misalnya bisa membentuk bank sendiri, yang nantinya memberi kredit untuk perusahaan-perusahaan Eropa yang aktif di Iran. Selain itu, Uni Eropa bisa mengenakan sanksi pada perusahaan-perusahaan yang tunduk pada tuntutan AS. Uni Eropa juga bisa mengenakan sanksi balasan terhadap perusahaan-perusahaan AS.

Beberapa perusahaan besar Eropa, seperti perusahaan energi Perancis Total, atau perusahaan ekspedisi Denmark Maersk sebelumnya menyatakan, mereka akan menarik diri dari Iran karena tidak ingin ada resiko konflik dengan AS.

Uni Eropa bujuk Rusia pertahankan perjanjian atom Iran

Namun kalangan diplomat Uni Eropa berpandangan, jika hubungan ekonomi Iran-Eropa terhenti, maka tidak ada lagi alasan bagi Iran untuk melaksanakan kesepakatan atom. Hal itu hanya akan membuat situasi politik dunia lebih rumit dan berbahaya. Hari Jumat (19/5), negara-negara Uni Eropa akan melakukan pertemuan dengan perwakilan Rusia di Wina untuk membahas kelanjutan kesepakatan atom dengan Iran.

AS terutama mengeritik "politik agresif" yang dijalankan Iran di kawasan Timur Tengah dan "dukungan Iran kepada kelompok-kelompok teror". Pemerintahan Trump menuntut adanya perundingan danperjanjian baru yang lebih ketat terhadap Iran.

KTT Uni Eropa di Sofia juga membahas kemungkinan konflik dagang dengan AS di sektor baja dan alumunium. Para pemimpin Uni Eropa menyatakan mereka siap berundingan dengan AS, namun tidak „di bawah todongan". Saat ini, perusahaan-perusahaan Eropa sampai akhior Mei masih dibebaskan dari bea impor tambahan untuk baja dan alumunium yang dikenakan AS.

Bernd Riegert (hp/vlz)

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas