Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Perdamaian Permanen Akan Dibahas Pada Pertemuan Kim-Trump

Pembahaan tersebut akan digelar dalam KTT pada Selasa esok, di Singapura, kedua pemimpin negara itu pun kini sudah tiba

Perdamaian Permanen Akan Dibahas Pada Pertemuan Kim-Trump
Terence Tan/Ministry of Communications and Information Singapore/Getty Images
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan delegasinya. 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Media pemerintah Korea Utara (Korut) telah mengkonfirmasi bahwa Pemimpin Korut dan Presiden Amerika Serikat (AS) akan fokus untuk memastikan terwujudnya perdamaian secara permanen sehingga Semenanjung Korea bisa terbebas dari nuklir.

Pembahaan tersebut akan digelar dalam KTT pada Selasa esok, di Singapura, kedua pemimpin negara itu pun kini sudah tiba di negara pulau tersebut.

Dilansir dari laman Russia Today, Senin (11/6/2018), Korut menyampaikan harapannya untik bisa memulai hubungan yang baru dengan AS.

Poin-poin penting yang diharapkan dalam agenda pertemuan tersebut disiarkan oleh kantor berita pemerintah Korut, KCNA, pada hari ini.

Seperti yang diharapkan banyak pihak, kedua pemimpin itu akan membahas mengenai masalah denuklirisasi, sebuah konsep yang dikhawatirkan akan menjadi batu sandungan utama dalam perjalanan menuju terobosan diplomatik.

Laporan itu sejauh ini muncul dari sebuah konfirmasi resmi bahwa kesepakatan perdamaian permanen mungkin saja saat ini tengah diformulasikan.

KCNA melaporkan bahwa masalah dalam membangun mekanisme pemeliharaan perdamaian yang permanen dan tahan lama di Semenanjung itu akan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembicaraan pada KTT.

Dilaporkan pada bulan lalu, Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In mungkin saja akan bergabung dalam pembicaraan antara Kim dan Trump, jika pertemuan mereka di Singapura itu terbukti berhasil.

Selanjutnya muncul usulan pertemuan trilateral untuk mengakhiri secara resmi perang Korea setelah KTT.

Sementara permusuhan berakhir dengan gencatan senjata pada 1953, hingga kini belum ada perjanjian damai yang ditandatangani.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas