Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Potensi Investasi Bisnis di Korea Utara Mencapai 6 Triliun Dolar AS Jika Korut dan Korsel Bersatu

Potensi investasi bisnis di Korea Utara (Korut) ternyata mencapai 6 triliun dolar AS terutama kalau kedua negara bergabung menjadi satu.

Potensi Investasi Bisnis di Korea Utara Mencapai 6 Triliun Dolar AS Jika Korut dan Korsel Bersatu
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Jesper Koll, Chief Executive Officer WisdomTree Japan Inc. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Potensi investasi bisnis di Korea Utara (Korut) ternyata mencapai 6 triliun dolar AS terutama kalau kedua negara Korea Utara dan Selatan bergabung menjadi satu dalam waktu dekat.

"Potensi investasi dan bisnis Korut mencapai 6 triliun dolar AS memang sangat besar apabila kedua Korea bersatu dan tentu diharapkan dalam waktu dekat," ungkap Jesper Koll, Chief Executive Officer, WisdomTree Japan Inc, Selasa (12/6/2018) di pusat persatuan wartawan asing di Jepang (FCCJ).

Jesper yakin pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sudah melihat potensi tersebut.

"Namun dari semua itu yang terpenting bagi Kim agar keluarganya bisa tetap berkuasa di negaranya selama ratusan tahun mendatang. Untuk itu dia harus bisa secepatnya membuat keberhasilan investasi asing yang banyak ke Korut dalam waktu secepatnya," kata Jesper.

Baca: PM Laos Akui Target Jadi Negara Berkembang Tak akan Tercapai Tahun 2020

Korea Utara menurutnya kaya akan sumber daya alamnya dan biaya sumber daya manusia yang masih murah menjadi daya tarik negara tersebut bagi negara asing.

"Yang pasti kalau Korut membuka diri setelah perjanjian dengan AS ditandatangani hari ini, potensi bisnis di Korut memang besar sekali dan dari AS yang akan memanfaatkan itu khususnya industri makanan dan buah-buahan AS yang selama ini jarang ada masalah di dunia," jelas dia.

Sementara itu diperkirakan Jesper bahwa Jepang akan tertinggal dibanding negara lain dalam upaya berebut potensi investasi di Korut. Karena Jepang terjebak dengan isu penculikan warga negaranya yang tak ada hentinya.

"Jepang pasti akan ketinggalan kereta apabila Korut membuka diri dan bersatu dengan Korea Selatan nantinya. China dan AS akan berlomba investasi di Korut. Tinggal lah ADB atau AIIB menjadi penjamin investasi dan pasokan dana bagi berbagai kalangan yang mau berinvestasi dan berbisnis di Korut," jelasnya.

Baca: Gara-gara Spanduk, Ketua Bamusi Kota Medan Ustaz Ade Darmawan Dapat Ancaman Pembunuhan

Jika Korut membuka diri dan gabung dengan Korea Selatan diperkirakan tak lama lagi, akan dilakukan benar-benar cepat (fast-track) karena Kim memang membutuhkan itu agar negaranya maju dan dapat dukungan lebih kuat lagi dari rakyatnya serta tetap dapat berkuasa selamanya bersama keluarganya.

Sedangkan GDP Korea kalau bergabung akan mencapai sekitar 30.000 dolar AS dan sekitar 11 persen rakyat Korea Utara akan hijrah ke Korea selatan.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas