Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Trump dan Kim Kini Lakukan Private Meeting dan Hanya Didampingi Penerjemah

Setelah berjabat tangan, keduanya melakukan private meeting di sebuah ruangan dan hanya didampingi oleh penerjemah saja.

Trump dan Kim Kini Lakukan Private Meeting dan Hanya Didampingi Penerjemah
CNN
Jabat tangan Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di KTT di Singapura. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un kini mengadakan pertemuan pertama mereka pada pagi ini di Singapura.

Keduanya tengah berusaha bersama untuk mencoba mengakhiri tujuh dekade permusuhan dan ancaman konfrontasi nuklir.

The New York Times, Selasa (12/6/2018) mengabarkan, tidak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat, keduanya berjalan saling menghampiri dan berjabat tangan, sebelum akhirnya Trump meletakkan tangan kirinya di bahu Kim.

Awak media secara sigap menangkap momen bersejarah antara pemimpin negara adidaya dan negara komunis itu.

Setelah berjabat tangan, keduanya melakukan private meeting di sebuah ruangan dan hanya didampingi oleh penerjemah saja.

Baca: Pemerintah Singapura Pamerkan Kuliner Khas di KTT Kim Jung Un-Donald Trump

Setidaknya ada beberapa hal yang dipertaruhkan dalam pertemuan itu.

Mulai dari tujuan AS untuk melucuti persenjataan nuklir Korut, keinginan Kim untuk menghapus senjata dan pasukan AS dari Semenanjung Korea, Kim yang ingin fiakui internasional sebagai pemain di panggung dunia, serta keinginan internasional untuk meredam 'ngototnya' Korut menjalankan program nuklirnya.

Baca: Iqbal Ramadhan Suka Terbawa Karakter Dilan

Pembicaraan antara Trump dan Kim, bisa secara resmi membuka jalan menuju akhir dari Perang Korea, yang sebelumnya telah berakhir pada 1953 melalui gencatan senjata namun tidak pernah ada kata perjanjian damai.

Perlu diketahui, Korea Selatan (Korsel) tidak akan berada di meja perundingan, begitu pula dengan Tiongkok yang selama ini menjadi pendukung Utara paling penting Korut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas