Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

PM Jepang Tekankan Korut Tidak Katakan Masalah Penculikan Sudah Final Kepada Trump

Tidak benar kalau ada yang mengatakan masalah penculikan warga Jepang sudah final

PM Jepang Tekankan Korut Tidak Katakan Masalah Penculikan Sudah Final Kepada Trump
Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe di Kantor PM Jepang Nagatacho Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - PM Jepang Shinzo Abe lewat Wakil Sekretaris Kabinet Koichi Hagiuda menekankan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut) tidak mengatakan masalah penculikan warga Jepang sudah final kepada Presiden AS Donald Trump.

"Tidak benar kalau ada yang mengatakan masalah penculikan warga Jepang sudah final dikatakan Pemimpin Korea Utara kepada PPresiden AS," tegas Hagiuda setelah menghadap PM Jepang Shinzo Abe.

Rumor di Jepang beredar mengungkapkan walaupun Trump telah menyampaikan masalah penculikan warga Jepang kepada pemimpin Korut Kim Jong Un, tanggapan Kim Jong Un kepada Trump mengatakan masalah tersebut sudah final tidak akan dibicarakan lagi kepada Jepang.

Dalam pembicaraan per telepon Abe dengan Trump setelah kesepakatan dilakukan kemarin, Trump memang mengatakan telah menyatakan masalah Jepang itu kepada pemimpin Korut tetapi pemimpin Korut tidak bicara bahwa masalah itu sudah final.

"Jadi kita masih ada kesempatan untuk membuka pembicaraan tersebut dengan pihak Korut di masa mendatang," tekan Hagiuda lagi.

Sementara Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam jumpa persnya Rabu ini menekankan bahwa peluncuran peluru kendali Korut masih terus diprihatinkan dan Jepang masih akan terus berhati-hati berjaga diri menghadapi segala kemungkinan dari Korut.

"Peluncuran peluru kendali Korut tidak tahu. Tapi dengan kiesepakatan kedua kepala negara kemarin jelas Korut akan semakin hati-hati dalam langkahnya terkait nuklir dan peluru kendali tersebut," papar Suga.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas