Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Marhamah, PMI 12 Tahun Bekerja Namun Tak Diberi Kesempatan Majikan Pulang ke Indonesia

Marhamah binti Catir Samud, Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama 12 tahun bekerja namun tak diberi izin pulang ke Indonesia

Marhamah, PMI 12 Tahun Bekerja Namun Tak Diberi Kesempatan Majikan Pulang ke Indonesia
Dok. KJRI Jeddah
Marhamah bt Catir Samud dan Mochamad Yusuf, Konsul Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH - Marhamah binti Catir Samud, Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama 12 tahun bekerja namun tak diberi izin pulang ke Indonesia oleh majikannya meski kontrak kerja telah habis.

Hal tersebut menjadi salah satu persoalan PMI di luar negeri selain gaji tak dibayar maupun kekerasan terhadap PMI.

Baca: Pameran Mega Industri Targetkan Dikunjungi 15 Ribu Pembeli Potensial

Disampaikan KJRI Jeddah kepada Tribunnews.com, Kamis (12/7/2018), perempuan kelahiran Kerawang, Jawa Barat, bekerja pada keluarga Ali Husein Ali Domad di Kota Jizan, provinsi yang berjarak lebih dari 700 km dari KJRI Jeddah.

Marhamah mengaku telah beberapa kali meminta kepada majikan agar dipulangkan dengan alasan rindu pada keluarga di kampung halaman. Namun, majikan kerap ingkar janji.

"Omongan dia (majikan) minta ditanggapin sama saya, omongan saya tidak ditanggapin. Saya punya anak sama, baba (bapak) punya anak sama. Baba ketawa-ketawa sama anak, saya juga pengen begitu," tutur Marhamah.

Empat tahun pertama bekerja, dirinya mengaku digaji sebesar 600 riyal per bulan. Upahnya dinaikkan menjadi 800 riyal setelah delepan tahun. Terakhir, gajinya dinaikkan menjadi 1000 riyal.

"Saya kerja bersih-bersih rumah, nyunci, ngegosok, jaga anak, ya masak. Saya kerja dari jam 6 pagi sampai 11 malam. Malah, kalau hari libur kerjanya 24 jam," tutur Marhamah yang mengaku telah membangun dua rumah dari hasil keringatnya.

Ia pun akhirnya memutuskan nekat kabur, tepatnya di hari kelima bulan puasa silam. Dia berjalan ke arah Kota Sabyan dan tinggal bersama keluarga yang ia temui selama tiga hari.

Kemudian, keluarga itu mengantarkan Marhamah ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Saudi dan melapor ke pihak kepolisian bahwa paspornya telah kadaluarsa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas