Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Para Pemeras Tosatsu di Jepang Berhasil Keruk 30 Juta Yen dari Korbannya

Para pemeras Tosatsu Jepang yang berhasil mengeruk sekitar 30 juta yen dari korbannya ditangkap polisi, Rabu (11/7/2018).

Para Pemeras Tosatsu di Jepang Berhasil Keruk 30 Juta Yen dari Korbannya
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Empat pelaku Black Hunter yang memeras para pembuat Tosatsu (pembuat video mesum ilegal) di Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Para pemeras Tosatsu Jepang yang berhasil mengeruk sekitar 30 juta yen dari korbannya ditangkap polisi, Rabu (11/7/2018).

Tosatsu adalah pengambilan film video mesum ilegal (tanpa sepengetahuan) wanita yang berada di tempat umum, misalnya memvideokan celana dalam wanita saat dia naik eskalator.

"Lima orang itu berusia 20 tahunan ditangkap Kepolisian Metropolitan Tokyo kemarin yang berhasil memeras para tosatsu Jepang beberapa kali," kata sumber Tribunnews.com, Kamis (12/7/2018).

Para pemeras tersebut disebut Black Hunter di Jepang masing-masing Yu Shimosato (29),
Ryota Watanabe (28), Gaku Oshiro (23), di daerah Otaku Tokyo, yang bekerja d bidang transportasi pengiriman barang.

April lalu seorang pria yang melakukan Tosatsu di Stasiun JR Maihama Perfektur Chiba berusia 44 tahun berhasil diperas mereka satu juta yen.

Baca: Mantan Ketua BEM Buang Bayi yang Dilahirkan Kekasihnya karena Tak Sanggup Membiayai

Para pemeras ini juga bekerjasama dengan seorang wanita sebagai umpan bagi para pelaku tosatsu.

Saat memeras para tosatsu tersebut, mereka mengatakan sang wanita pacarnya atau adik atau kakaknya, anggota keluarga yang sebenarnya bohong.

Lalu diperaslah pelaku tosatsu tersebut.

Mereka telah melakukan pemerasan sedikitnya 20 kali dan telah mengumpulkan uang sedikitnya 30 juta dari para korbannya.

Belum diketahui apakah ada kaitan dengan para mafia Jepang (yakuza) karena masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Info yakuza dapat dibaca di www.yakuza.in.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas