Tribun Sport
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Semifinal Inggris vs Kroasia: Penantian setengah abad bagi Inggris, Kroasia akan mati-matian

Laga semifinal Piala Dunia 2018 antara Inggris melawan Kroasia adalah pertandingan spesial bagi kedua tim, yang tadinya tidak diperkirakan akan

Laga semifinal Piala Dunia 2018 antara Inggris melawan Kroasia adalah pertandingan spesial bagi kedua tim, yang tadinya tidak diperkirakan akan masuk ke babak empat besar.

Bagi Inggris, yang dianggap sebagai penemu permainan sepak bola modern, keberhasilan masuk final akan menjadi pencapaian terbesar sejak Piala Dunia 1966.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, mengatakan kesempatan seperti ini mungkin tidak akan ada lagi dalam beberapa tahun ke depan dan mendesak timnya 'membuat sejarah'.

Pernyataan mantan bos klub Middlesbrough itu memang bisa dipahami.

Inggris datang ke Rusia bukan sebagai tim unggulan, yang membuat ekspektasi publik di Inggris kali ini tak begitu besar. Maklum tak ada pemain bintang di tim nasional di luar nama-nama seperti Harry Kane, Jordan Henderson atau Raheem Sterling.

Inggris mulai diperhitungkan setelah menang adu penalti melawan Kolombia di babak 16 besar dan setelah itu, Three Lions -julukan bagi timnas Inggris, sukses melewati Swedia di babak perempat final.

Sejak itu pula, demam Piala Dunia menggila.

Fan Inggris
PA
Fan Inggris, lengkap dengan bendera, berada di Lapangan Merah, Moskow.

Lagu Three Lions, yang salah salah satu syairnya berbunyi it's coming home ada di mana-mana. Frase ini mengacu pada harapan agar sepak bola pulang ke kampung halaman, pulang ke tanah leluhur.

Southgate mengatakan suasana kebatinan di timnya sangat optimistis menghadapi Kroasia.

"Tim ini terdiri dari anak-anak muda yang sangat bangga bisa bermain untuk tim nasional. Mereka bermain dengan penuh percaya diri di turnamen akbar. Kami yakin dengan kemampuan mereka," kata Southgate.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas