Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Mengapa roket Soyuz lakukan pendaratan daurat dan empat hal lain yang perlu diketahui

Astronaut AS-Rusia selamat setelah roket Soyuz yang mereka tumpangi, yang sedianya membawa mereka ke ruang angkasa, memiliki masalah di bagian

Seorang astronaut Amerika Serikat dan kosmonaut Rusia terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah roket Rusia Soyuz mengalami gangguan teknis tidak lama setelah diluncurkan, hari Kamis (11/10).

Tadinya Nick Hague dan Alexey Ovchinin -demikian nama dua antariksawan tersebut- dijadwalkan menjalani misi menuju stasiun ruang angkasa internasional ISS.

Namun, tidak lama setelah lepas landas dari Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Hague dan Ovchinin melaporkan ada masalah pada pendorong roket.

Mereka terpaksa melakukan "penurunan balistik", kapsul mereka mendarat beberapa ratus mil arah utara Baikonur.

Kedua orang ini kemudian ditolong tim penyelamat.

"Tim pencarian dan pemulihan mencapai tempat pendaratan pesawat angkasa luar Soyuz dan melaporkan kedua anggota awak ... dalam keadaan baik dan telah keluar dari kapsul," kata badan angkasa luar Amerika Serikat, NASA.

Rusia menyatakan telah menghentikan sementara semua penerbangan berawak berikutnya dan pada saat yang bersamaan menggelar penyelidikan untuk mengetahui masalah yang terjadi.

Masalah pada roket?

Peluncuran sepertinya berjalan lancar, tetapi sekitar 90 detik kemudian, NASA lewat livestream-nya melaporkan masalah sepertinya terjadi terkait dengan roket peluncur pada tahap pertama dan kedua ketika berpisah.

Rekaman video dari dalam kapsul memperlihatkan kedua pria tersebut terguncang saat masalah terjadi.

Tidak lama kemudian, NASA menyatakan mereka melakukan "penurunan balistik" yang berarti kapsul mereka bergerak turun pada sudut yang lebih tajam daripada keadaan normal dan kemungkinan mengalami kekuatan gravitasi yang lebih keras, karena percepatan yang terlalu tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas