Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Rusia menahan para anggota Saksi Yehuwa dengan tuduhan ekstremisme

Rusia membubarkan paksa Saksi Yehuwa pada tahun 2017, dan memasukkan mereka dalam daftar organisasi ekstremis, yang secara efektif mengkriminalisasi

Lima anggota sekte Saksi Yehuwa ditahan di Rusia dengan tuduhan ekstremisme dan pemilikan senjata, kata polisi.

Kelompok Saksi Yehuwa dibubarkan paksa di Rusia pada tahun 2017, setelah sebelumnya diawasi sangat ketat.

Berbagai kelompok hak asasi manusia menuduh pemerintah melakukan berbagai tindak kekerasan terhadap para anggota Saksi Yehuwa.

Tahun lalu, Rusia memasukkan mereka dalam daftar organisasi ekstremis, yang secara efektif mengkriminalisasi kegiatan keagamaan mereka.

Saat penetapan pembubaran itu, kementerian kehakiman beralasan kelompok itu membagikan pamflet-pamflet hasutan kebencian terhadap kelompok lain, dan Mahkamah Agung kemudian mengukuhkan larangan itu.

Pada hari Rabu (10/10) lalu kepolisian setempat mengatakan bahwa lima anggota Saksi Yehuwa, penduduk Kirov, timur laut Moskow, telah ditahan.

Mereka dituduh mengumpulkan dana lebih dari R500.000 (sekitar Rp110 juta) dan mengorganisir acara-acara keagamaan.

Petugas mengatakan bahwa dalam penggeledahan, ditemukan 'sejumlah besar bacaan ekstremis', dua granat tangan dan sebuah ranjau darat.

"Mereka melangsungkan berbagai pertemuan dan membujuk orang lain untuk bergabung dengan organisasi mereka," kata Yevgenia Vorozhtsova, seorang juru bicara polisi ​​regional kepada kantor berita AFP.

Jehovah's Witness pamphlets
BBC
Bagi kementerian kehakiman Rusia, pamflet-pamflet ini merupakan hasutan kebencian terhadap kelompok lain.

Yaroslav Sivulskiy, seorang anggota Asosiasi Saksi-Saksi Yehuwa Eropa, mengatakan kepada media bahwa ini pertama kalinya para anggota kelompok itu dituduh memiliki senjata.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas