Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Saudi Arabia sebut tudingan pembunuhan Khashoggi adalah 'dusta'

Otoritas Turki menuding jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh oleh tim agen rahasia Arab Saudi.

Arab Saudi menyebut tuduhan bahwa mereka memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di dalam konsulatnya di Istanbul adalah "dusta dan tuduhan tak berdasar".

Bantahan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif bin Abdulaziz, 11 hari setelah Khashoggi terlihat untuk terakhir kalinya saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Sumber-sumber Turki menuduh dia dibunuh oleh tim agen rahasia Saudi.

Sumber pihak keamanan Turki mengatakan kepada BBC bahwa mereka memiliki audio dan video yang membuktikan terjadinya pembunuhan itu.

Arab Saudi bersikeras bahwa Khasoggi, seorang jurnalis yang kritis terhadap pemerintah, meninggalkan gedung konsulat segera setelah tiba pada 2 Oktober.

Pada hari Jumat menteri dalam negeri Saudi mengatakan bahwa pemerintah mereka ingin mengungkap 'kebenaran sepenuhnya', lapor Saudi Press Agency. Ia menyebutkan pula bahwa laporan 'tentang perintah (Saudi) untuk membunuh (Khasoggi)' adalah 'tidak berdasar'.

Pengaruhnya pada Saudi secara internasional?

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada wartawan BBC Kamal Ahmed bahwa dia 'khawatir' atas hilangnya Khashoggi, terutama karena insiden seperti ini menjadi 'suatu kenormalan baru.'

"Sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat internasional mengatakan dengan jelas bahwa hal ini bukan sesuatu yang boleh terjadi," katanya.

Guterres menambahkan penting untuk memaparkan secara persis apa yang telah terjadi.

Saudi officials arrive at Saudi consulate in Istanbul, Turkey, 12 October 2018.
EPA
Delegasi Saudi tiba di Turki, Jumat lalu.

Presiden AS Donald Trump, yang berusaha membangun hubungan baik dengan Arab Saudi, mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa ia akan menelpon Raja Salman untuk membahas "situasi yang mengerikan di Turki" itu, lapor kantor berita AP.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas