Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Memoar Michelle Obama ungkap pandangannya akan Donald Trump dan kehidupan pernikahannya

Setelah dirilis, Ibu Negara keturunan Afrika pertama itu akan tur ke 10 kota untuk mempromosikan buku 426 halaman itu.

Mantan Ibu Negara AS Michelle Obama baru saja mengeluarkan memoarnya yang mengungkapkan bahwa dia tidak akan pernah memaafkan Donald Trump karena membahayakan keselamatan keluarganya.

Dalam buku itu Michelle juga mengisahkan hubungan pernikahannya dan kehamilannya.

Setelah dirilis, Ibu Negara keturunan Afrika pertama itu akan tur ke 10 kota untuk mempromosikan buku 426 halaman itu.

Kata Michelle tentang Trump

Dalam buku Becoming, Michelle Obama mengatakan dia akan "tidak pernah memaafkan" Presiden Trump karena memperjuangkan teori bahwa suaminya tidak lahir di AS, menurut perikan yang diperoleh oleh media AS.

"Seluruh hal [kelahiran] itu gila dan kejam, tentu saja, kefanatikan dan xenofobia yang mendasari hal itu hampir tidak dapat disembunyikan," tulisnya.

"Bagaimana jika seseorang yang jiwanya tak stabil pergi ke Washington membawa senjatanya? Bagaimana jika orang itu mencari anak-anak perempuan kami? Donald Trump, dengan sindirannya yang lantang dan sembrono, membahayakan keselamatan keluarga saya. Dan untuk ini saya akan jangan pernah memaafkannya."

https://twitter.com/GMA/status/1060875880363307009?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1060875880363307009&ref_url=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Fnews%2Fworld-us-canada-46154857

Dia mengatakan terkejut akan kemenangan Presiden Trump dan "berusaha untuk tidak terpengaruh dengan itu".

Sebelum meninggalkan Gedung Putih ke Paris pada hari Jumat, Trump merespon beberapa kutipan dari buku Michelle Obama.

"Michelle Obama mendapat banyak uang untuk menulis sebuah buku dan mereka selalu memaksa Anda muncul dengan kontroversi. Saya akan memberikan beberapa ke Anda."

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas