Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Sengketa maritim Malaysia, Singapura: Saling tuduh mencaplok area pelabuhan

Singapura memperluas yurisdiki pelabuhannya untuk membalas langkah Malaysia dalam sengketa maritim yang melibatkan pengerahan angkatan laut.

Singapura memperluas batas pelabuhan di lepas perairan Tuas dan menyatakan tak akan ragu "mengambil tindakan tegas" bila ada intrusi, kata Menteri Transportasi Khaw Boon Wan.

Khaw Boon Wan mengatakan mereka memperluas pelabuhan Singapura untuk menanggapi "provokasi" Malaysia, yang memperluas pelabuhan Johor Bahru.

Khaw mengatakan dalam jumpa pers pada Kamis (06/12) terjadi 14 kali intrusi ke perairan Singapura di lepas Tuas dalam dua minggu terakhir setelah Malaysia memperluas batas pelabuhan yang diumumkan pada tanggal 25 Oktober lalu.

Langkah Singapura ini dilakukan setelah negara ini mengerahkan angkatan laut minggu ini.

Singapura mengatakan Malaysia mencaplok kawasannya dengan memperluas pelabuhan Johor Bahru.

Menanggapi hal ini, Malaysia menjawab dengan mengusulkan pertemuan.

"Kita dapat mengukur dengan melihat apakah benar atau tidak kami mencaplok (wilayah Singapura) atau apakah kami masih berada di perairan kami," kata Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad Rabu (05/12) seperti dikutip situs Malaysiakini.

Menteri Singapura Khaw menyatakan ia menerima usulan pertemuan namun mengatakan Singapura harus membalas untuk membela kedaulatan. Ia menunjuk pada patroli yang dilakukan oleh badan kelautan Malaysia, Marine Enforcement Agency, di lepas perairan Tuas.

Tak akan biarkan kedaulatan dilanggar

"Badan keamanan kami...sejauh ini membalas dengan menahan diri terhadap aksi agresif kapal-kapal pemerintah Malaysia," kata Khaw.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas