Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Buruh China Dibayar Rp 185 Tiap Buat Boneka Ariel Seharga Rp 648.000

buruh pabrik tersebut, yang sebagian besar perempuan, hanya diberi upah 85 pence atau sekitar Rp 15.725 per jam tanpa tunjangan

Buruh China Dibayar Rp 185 Tiap Buat Boneka Ariel Seharga Rp 648.000
China Labor Watch via The Guardian
Beberapa pekerja perempuan beristirahat karena merasa kelelahan karena jam kerja yang panjang di pabrik pembuat boneka. Wah Tung di China(China Labor Watch via The Guardian) 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok pejuang hak asasi manusia (HAM) Solidar Suisse dan China Labour Watch menginvestigasi pabrik pembuat boneka putri duyung di film animasi The Little Mermaid, Ariel.

Kedua kelompok ini menemukan ada ketidakadilan terkait jam kerja dengan upah yang didapat para buruh di pabrik Wah Tung di Heyuan, China. Heyuan adalah kota berpenduduk sekitar 3 juta orang di Provinsi Guangdong.

Dilansir dari The Guardian, buruh pabrik tersebut, yang sebagian besar perempuan, hanya diberi upah 85 pence atau sekitar Rp 15.725 per jam tanpa tunjangan kesehatan.

Selain itu, mereka hanya dibolehkan libur sehari selama sebulan. Seorang buruh bahkan mengaku bahwa dia bisa bekerja dengan jam lembur atau tambahan 175 jam tiap bulan untuk memenuhi kebutuhannya.

Jika seorang buruh tidak masuk selama tiga hari atau lebih, maka mereka dapat terkena sanksi, bahkan diberhentikan dari pekerjaan. Menurut The Guardian, gaji yang didapat para buruh ini melanggar aturan ketenagakerjaan di Negeri Tirai Bambu itu.

Selain itu, juga terdapat ketidakseimbangan gender di perusahaan. Di level manajemen jumlah perempuan dibandingkan laki-laki adalah 1:9. Namun, di level bawah terdapat 80 persen buruh perempuan.

Timpang

Boneka The Princess Sing & Sparkle Disney Ariel, sang putri duyung yang dikenal memiliki rambut panjang berwarna merah ini juga dibuat sedemikian mirip dengan karakter dalam film.

Rencananya, boneka Ariel akan terus diproduksi hingga Hari Natal tiba. Hal yang mengejutkan, untuk tiap boneka Ariel yang dibuat, para buruh di China itu hanya mendapat 1 penny atau setara dengan Rp 185. Padahal, satu boneka itu dijual seharga 35 poundsterling atau sekitar Rp 648.000.

Pada puncak produksinya, pabrik Wah Tung mampu memproduksi 2.400 boneka Ariel tiap hari. Bagi divisi produk konsumen Walt Disney's, boneka itu sendiri mengeruk banyak uang. Mereka mendapatkan pendapatan operasional sebesar 264 juta poundsterling atau sekitar Rp 4,9 triliun.

Sedangkan, penghasilan yang didapat sebesar 880 juta poundsterling atau sebesar Rp 11,4 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas