Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ketua Ikatan Perawat Muslim Jelaskan Soal Foto Pengibaran Bendera di Jepang

Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Meguro Tokyo Jepang memanggil Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI).

Ketua Ikatan Perawat Muslim Jelaskan Soal Foto Pengibaran Bendera di Jepang
Istimewa
Para perawat muslim Indonesia berfoto bersama di Balai Indonesia Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Meguro Tokyo Jepang memanggil Ikatan Perawat Muslim Indonesia (IPMI).

Pemanggilan ini terkait pengibaran bendera di acara Pengajian Tablig Akbar Ustad Bendri.

"Ketua IPMI telah kami panggil dan telah datang ke KBRI serta telah menyampaikan surat permintaan maaf atas kejadian hari minggu," ungkap M Abas Ridwan Wakil Dubes Indonesia di Jepang kepada Tribunnews.com kemarin malam (7/12/2018).

Kepala Humas KBRI Eko Junor mengatakan hal serupa tentang pemanggilan ketua IPMI.

"Kejadian itu sama sekali bukan rencana IPMI. Ada beberapa anggotanya yang bikin foto tanpa sepengetahuan pengurus IPMI. Seperti kata Wakil Dubes, IPMI sudah minta maaf karena mengerti bahwa wilayah KBRI harus steril dari kegiatan promosi grup tertentu."

Seorang warga dengan nama Alf memprotes kejadian tersebut.

Selain itu Alf juga meminta pertanggungjawaban Ketua IPMI agar memberikan pernyataan terbuka mengenai kejadian tersebut.

"Seandainya kejadian ini luar kendali KBRI Tokyo, maka kami meminta IPMI , ketua-nya Mohamad Yusup diberikan sanksi dan Mohamad Yusup harus memberikan pernyataan terbuka kepada seluruh WNI di Jepang," tambah Alf lagi.

Menjawab tuduhan tersebut Ketua IPMI Mohamad Yusup Azmi menjawab pertanyaan Tribunnews.com bahwa hal itu tidak benar.

"Terkait FB saya, bukan tidak aktif, tetapi dalam satu hari ada beberapa orang yang berusaha masuk ke FB saya. Lalu saya ganti password , akhirnya malah error tidak bisa masuk," ungkap Yusup.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas