Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Prancis kembali bergolak: Yang perlu diketahui tentang Gerakan Rompi Kuning

Ratusan orang ditangkap. Lebih dari 200 orang orang telah ditahan di Paris yang dijaga sekitar 8.000 petugas dan 12 kendaraan lapis baja.

Kendaraan lapis baja untuk membongkar barikade belum terlihat lagi di Paris sejak kerusuhan meletus di kawasan miskin di pinggiran kota pada tahun 2005.

Castaner menambahkan: "Tiga minggu terakhir ini telah lahir suatu monster yang telah meloloskan diri dari penciptanya."

Muncul seruan di media sosial untuk menyerang polisi dan istana Élysée dalam apa yang mereka sebut drama "Babak IV" yang tampak mengerikan.

Seorang anggota parlemen, Benoît Potterie, dikirimi sebutir peluru melalui pos, disertai kata-kata: "Lain kali (peluru ini) akan berada di antara matamu."

Boarded-up shop in Paris
Reuters
Di beberapa sudut di Paris, situasinya seakan persiapan menghadapi badai topan.

Enam pertandingan sepak bola Ligue 1 Prancis ditunda. Menara Eiffel, Museum Louvre, Musée d'Orsay, dan tujuan wisata lainnya ditutup.

Walikota Anne Hidalgo menerbitkan seruan: "Jagalah Paris pada hari Sabtu ini karena Paris adalah milik semua orang Prancis."

Apa yang terjadi dengan gerakan rompi kuning?

Para pengunjuk rasa 'gilets jaunes '-disebut demikian karena mereka beraksi dengan mengenakan rompi kuning dengan visibilitas tinggi yang wajib ada di setiap kendaraan di Perancis.

Wartawan BBC Lucy Williamson di Paris mengatakan bahwa selama beberapa minggu terakhir, gerakan media sosial itu telah bermetamorfosis dari protes atas harga bahan bakar diesel ke berbagai kepentingan dan tuntutan dengan spektrum luas -tanpa kepemimpinan.

Tujuan utamanya, menyoroti frustrasi atas ekonomi dan ketidakpercayaan politik dari keluarga-keluarga pekerja miskin. Dan isu ini masih memiliki dukungan luas, kata wartawan BBC.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas