Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Krisis Zimbabwe: Pengalaman warga Indonesia siasati kenaikan harga dan kelangkaan kebutuhan pokok

Adi, seorang WNI yang telah tinggal di Zimbabwe selama hampir 14 tahun terakhir, menuturkan ia menanam sayur di kebunnya dan juga membuat tempe

Harga-harga kebutuhan pokok di Zimbabwe selama sekitar satu pekan terakhir melonjak tajam menyusul kenaikan bahan bakar minyak (BBM) lebih dari dua kali lipat.

Harga beras rata-rata sekarang Rp53.000 per kilogram, padahal pekan lalu harganya masih Rp26.000. Harga gula melonjak dari Rp28.000 per kilogram menjadi Rp52.000.

Kenaikan harga ini tentu memberikan pukulan lebih lanjut kepada rakyat Zimbabwe yang telah mengalami krisis ekonomi selama bertahun-tahun.

Tidak saja mereka harus membelanjakan uang lebih besar lagi, mereka pun harus berjuang untuk mendapatkan barang-barang itu karena belum tentu tersedia di pasar atau toko.

Berikut pengalaman Adi, seorang warga negara Indonesia yang telah bekerja di Zimbabwe selama hampir 14 tahun terakhir, sebagaimana dituturkannya kepada wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir, Rabu (23/01).

Adi tinggal di Bulawayo, kota terbesar kedua di Zimbabwe, sekitar 433 km ke arah selatan dari ibu kota Harare.

Harga sembako naik drastis, harus antre

Untuk harga-harga sembako memang naik drastis setelah harga bahan bakar minyak dinaikkan seminggu lalu. Harga-harga melonjak dua hingga lima kali setelah kenaikan, malah ada yang lebih parah, roti yang dulu U$1 (sekitar Rp14.000) menjadi U$5-10 (70.000-140.000), tidak terkontrol.

Surat utang
Reuters
Seorang pedagang menghitung surat utang sebagai ganti dari uang tunai di pasar Harare.

Itupun antre panjang untuk mendapatkannya, tapi itu saat toko-toko dan supermarket baru buka sekitar tanggal 18 Januari setelah shut down (penutupan sementara). Beberapa hari sesudahnya sudah mulai turun harganya, tapi minimal US$1.5 dari sebelumnya 80 sen atau U$1 untuk satu batang roti.

Menghemat uang, antre semalam

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas