Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mengkhawatirkan, Pemilu India Makin Bergantung pada Konglomerat

Pendanaan kampanye dan berbagai dukungan lain hingga menjadi isu utama yang mengkhawatirkan dalam pemilu India.

Mengkhawatirkan, Pemilu India Makin Bergantung pada Konglomerat
KOMPAS
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Para taipan India memainkan peran penting dalam pemilihan umum terbesar di dunia. Pendanaan kampanye dan berbagai dukungan lain hingga menjadi isu utama yang mengkhawatirkan dalam pemilu India.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang maju kembali dalam pemilihan telah menerima dukungan keuangan yang besar dari perusahaan India. Sejumlah pengamat menyebut hal ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang integritas proses demokrasi terbesar di dunia tersebut.

Baca: Demi Salurkan Hak Pilih, PPLN Fiji Jemput ABK di Tengah Laut

Para analis mengatakan para pihak yang bertarung dalam pemilihan umum menjadi semakin bergantung pada sumbangan dari pengusaha, termasuk yang tak dikenal sebelumnya. Hal ini mengarah pada kurangnya transparansi dan konflik kepentingan yang mengkhawatirkan.

Baca: Mirip Hachiko, Anjing Ini Sabar Menunggu Setiap Hari di Stasiun Sampai Sang Majikan Pulang

"Ada kecenderungan menuju plutokrasi. Pengaruh perusahaan yang tidak terkendali dapat berdampak serius pada kebijakan nantinya," kata pengamat dari Observer Research Institute (ORF) Niranjan Sahoo kepada AFP.

Pusat Studi Media yang berbasis di New Delhi memperkirakan bahwa dana sekitar US$ 5 miliar dihabiskan selama pemilu 2014 oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa jumlah tersebut naik dari US$ 2 miliar pada 2009.

Kelompok ini berpendapat bahwa pendanaan untuk kontestasi pada 2019 dapat mencapai $ 7 miliar. Dan menjadikannya sebagai salah satu pemilihan paling mahal secara global.

"Pemilu semakin mahal karena banyak alasan struktural," kata Milan Vaishnav dari Carnegie Endowment for International Peace.

"Ada sejumlah faktor seperti pertumbuhan populasi, meningkatnya persaingan politik, harapan pemilih tentang pemberian dalam bentuk uang tunai dan bujukan lainnya, dan perubahan teknologi, yang berarti pengeluaran lebih besar untuk media dan penjangkauan digital," tambahnya.

Analis mengatakan aliran dana tradisional, seperti keanggotaan partai telah menurun sehingga partai semakin bergantung pada donor kaya untuk mendanai kampanye.

Data yang dihimpun oleh sebuah pengawas pemilu, Association for Democratic Reforms (ADR), menunjukkan bahwa pada tahun keuangan 2017-2018 sumbangan dari perusahaan dan individu berkontribusi 12 kali lebih banyak pada partai BJP daripada gabungan enam partai nasional lainnya.

Berita ini telah tayang di Kontan dengan judul: Biaya makin mahal, pemilu India makin bergantung pada konglomerat

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas