Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Prancis dan Selandia Baru Gelar Agenda 'Seruan Akhiri Ekstremisme Online', Wapres JK Wakili RI

Para pemimpin Prancis dan Selandia Baru akan melakukan upaya bersama untuk memberantas tindakan ekstremisme kekerasan,

Prancis dan Selandia Baru Gelar Agenda 'Seruan Akhiri Ekstremisme Online', Wapres JK Wakili RI
Rina Ayu/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Para pemimpin Prancis dan Selandia Baru akan melakukan upaya bersama untuk memberantas tindakan ekstremisme kekerasan, agar tidak ditampilkan secara online.

Petinggi kedua tersebut akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin raksasa teknologi di Paris, Prancis pada Rabu waktu setempat.

Dikutip dari laman New Jersey Herald, Rabu (15/5/2019), Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan meluncurkan agenda bertajuk 'Seruan Christchurch'.

Setelah sebelumnya terjadi serangan brutal yang menewaskan 51 orang di kota yang terletak di Selandia Baru itu.

Perlu diketahui, 51 orang yang tewas tersebut merupakan masyarakat Muslim yang tengah menunaikan ibadah salat di dua masjid yang ada di Christchurch, pada Maret lalu.

Baca: UPDATE Hasil Pilpres 2019 Real Count KPU, Selisih Jokowi vs Prabowo Capai 15,7 Juta, Rabu 15 Mei

Baca: Zodiak Hari Ini - Zodiak yang Menghindari Konflik, Virgo Lebih Suka Simpan Emosi Sendiri

Baca: Semakin Banyak Dilirik Desainer Dunia, Ini Perkembangan Hijab Dari Berbagai Peradaban

Baca: OJK Cabut Izin Usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Muamalat Yotefa

Para pemimpin Inggris, Kanada, Irlandia, Uni Eropa, Senegal, Indonesia dan Yordania akan menghadiri pertemuan bersama dengan perwakilan raksasa teknologi seperti Twitter, Facebook, Google, Microsoft serta perusahaan berbasis internet lainnya.

Untuk Indonesia, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) telah dijadwalkan menghadiri agenda tersebut mewakili Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sementara itu Duta Besar Selandia Baru untuk Prancis Jane Coombs mengatakan pada Senin lalu, bahwa pertemuan di Paris bertujuan untuk mendorong pemerintah, perusahan teknologi serta organisasi terkait untuk 'membuat komitmen konkret' mengacu pada kasus tersebut.

Sebelumnya teror Christchurch dilakukan seorang laki-laki bersenjata yang menyerang dua masjid di Christchurch secara brutal.

Aksi itu pun menewaskan 51 jamaah masjid dan pelaku memposting video teror itu secara langsung melalui jejaring sosial Facebook.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas