Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Konflik Timur Tengah: 'Sabotase' kapal, buntut manuver Amerika Serikat terkait program nuklir Iran?

Hingga kini belum ada pihak yang dituding melakukan 'sabotase' di lepas pantai UEA terhadap empat kapal, termasuk dua kapal minyak Arab Saudi,

Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2018, Amerika menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan secara praktis memaksa negara-negara lain turut mengembargo Iran.

Salah satu contoh nyata adalah negara-negara yang selama ini mendapat pengecualian mengimpor minyak dari Iran; China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Turki, mulai Juni mendatang terancam dikenai sanksi Amerika Serikat jika mereka terus membeli minyak dari Iran.

Tentu risiko sanksi AS dalam upaya mengisolasi kembali Iran agar mau membuat perjanjian baru tentang program nuklirnya tersebut memperumit keadaan.

Sebab, tak dapat dipungkiri banyak negara memerlukan pasokan minyak dari Iran.

Terlebih lagi, sejumlah negara juga sudah terlanjur menjejakkan kaki di Iran dengan berinvestasi begitu dicapai kesepakatan perjanjian nuklir JCPOA tahun 2015 antara Iran dengan Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, dan China.

Konsekuensi perjanjian nuklir Iran adalah pencabutan sanksi-sanksi terhadap negara itu.

Dengan demikian kepentingan masing-masing negara, kata Direktur Indonesia Center for Middle East Studies Universitas Padjajaran, Dr. Dina Sulaeman, terganggu atas 'instruksi' embargo dari AS.

"Misalnya dari Parlemen Uni Eropa (UE) beberapa kali sudah menyatakan keberatannya atas embargo (pelarangan negara-konsumen untuk membeli minyak Iran), apalagi segera setelah JCPOA ditandatangani, UE sudah mulai melakukan proses investasi di Iran," jelas Dr. Dina Sulaeman yang juga menjadi dosen Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran.

Iran 'dapat dukungan'dari Uni Eropa, Israel 'tak senang'

Ia memandang ketegangan yang terjadi sehubungan dengan insiden yang disebut 'sabotase' terhadap empat kapal dagang termasuk dua kapal tanker Arab Saudi di perairan Uni Emirat Arab pada Minggu (12/05) merupakan kelanjutan dari berbagai manuver Amerika Serikat, terutama setelah Presiden Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran.

"Jadi dalam perkembangannya, dalam ketegangan yang terjadi saat ini, Iran mendapatkan 'dukungan' dari negara-negara Uni Eropa karena eskalasi konflik AS dengan Iran akan mengganggu kepentingan nasional negara UE," kata Dr. Dina Sulaeman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas