Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Mengapa aktivis menolak pembangunan gereja di sebuah taman di Rusia?

Sekitar 2.000 orang memprotes pembangunan gereja di sebuah taman di Kota Yekaterinburg, Rusia, karena dianggap akan menghancurkan ruang hijau

Sekitar 2.000 orang memprotes pembangunan gereja di sebuah taman di Kota Yekaterinburg, Rusia, karena dianggap akan menghancurkan ruang hijau kota.

Sebanyak 26 orang ditangkap selama unjuk rasa yang berakhir bentrokan dengan aparat keamanan pada Selasa dan berlanjut pada Rabu (15/05).

Para aktivis mengatakan pembangunan Katedral St Catherine di taman kota itu akan menghancurkan salah satu dari beberapa ruang hijau di kota itu.

Pihak Gereja Ortodoks Rusia mengatakan diperlukan pembangunan gereja baru untuk menggantikan banyaknya bangunan gereja yang dihancurkan oleh rezim Soviet yang anti-agama.

Bangunan gereja ini akan menjadi replika dari salah satu katedral yang dihancurkan pada 1930.

Rencananya pembangunan gereja ini akan selesai pada 2023, tepat pada peringatan 300 tahun berdirinya Yekaterinburg, kota terbesar keempat di Rusia.

Juru bicara pemerintah, Dmitry Peskov mengkritik tindakan para pemrotes karena unjuk rasa itu digelar "tanpa izin" dan tindakan merobohkan pagar di sekitar lokasi konstruksi gereja.

Apa yang terjadi?

Mengikuti ajakan unjuk rasa menolak pembangunan gereja melalui media sosial, ribuan orang berkumpul di dekat sungai Iset di pusat kota Yekaterinburg, Senin lalu.

Para pengunjuk rasa berkumpul di dekat pagar sementara yang didirikan di dalam taman, yaitu di lokasi rencana pembangunan gereja.

Mereka membentuk rantai manusia di sekitar pagar dan, akhirnya, berhasil merobohkannya, seraya berteriak lantang: "Kami hanya ingin taman."

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas