Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version
BBC

Emas: Bongkahan senilai Rp1 miliar ditemukan pria Australia dengan detektor logam

Seorang pria Australia menemukan bongkahan emas seberat 1,4 kilogram senilai Rp1 miliar dengan menggunakan detektor logam saat berada di ladang

Seorang pria Australia menemukan bongkahan emas seberat 1,4 kilogram dengan menggunakan detektor logam saat berada di ladang emas di Australia Barat, kata penduduk setempat.

Sebuah toko di Kota Kalgoorlie membagikan foto-foto bongkahan emas itu di sebuah situs online, yang nilainya diperkirakan sekitar AU$100.000 atau setara Rp1 miliar.

Pria tidak dikenal itu adalah warga lokal yang berpengalaman dan memiliki hobi memburu emas, kata pemilik toko, Matt Cook, kepada BBC.

Temuan emas dalam ukuran sebesar ini diketahui terjadi beberapa kali dalam setahun, kata para ahli.

Sekitar tiga perempat dari penambangan emas di Australia diproduksi di dan di sekitar wilayah Kalgoorlie.

Australia
BBC

Cook, yang memiliki toko peralatan untuk pemburu emas, mengatakan pria itu mendeteksi semacam logam tidak jauh dari lokasi areal tanaman saltbush, kira-kira 45cm di bawah permukaan tanah.

"Dia berjalan menuju toko saya dan menunjukkan bongkahan emas di tangannya dengan senyum lebar di hadapan saya," kata Cook kepada BBC.

"Ukurannya kira-kira sedikit lebih besar dari sebungkus rokok, dan sungguh luar biasa kepadatannya, berat sekali!"

Jejak penemuan emas dalam ukuran lebih kecil banyak ditemukan di kawasan tersebut, kata Prof Sam Spearing, pimpinan Sekolah Pertambangan Australia Barat di Universitas Curtin.

"Dengan adanya aktivitas penambangan, banyak orang menjadi pemburu emas yang mengharapkan keberuntungan di setiap akhir pekan. Mereka menjalaninya mirip hobi. Sementara, ada orang lain yang melakukannya secara penuh waktu," kata Prof Spearing.

"Sebagian besar emas yang ditemukan ukurannya kurang dari setengah ons, tetapi mereka cukup sering menemukannya."

Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: BBC Indonesia
BBC
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas