Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pacu Mobil 170 Kilometer per Jam, Remaja Ini Beri Jawaban Tidak Terduga Ditanya Alasannya

Padahal di wilayah tersebut pengendara memiliki batas kecepatan maksimal 60 km/jam

Pacu Mobil 170 Kilometer per Jam, Remaja Ini Beri Jawaban Tidak Terduga Ditanya Alasannya
RCMP Manitoba/TWitter
Remaja ditilang karena mengendara dengan kecepatan 170 km/jam, alasannya kebelet buang air. 

TRIBUNNEWS.COM, KANADA - Saat tertangkap melanggar lalu lintas, tidak banyak alasan yang bisa diberikan, dan hanya pasrah dihukum.

Tapi remaja 16 tahun asal Manitoba, Kanada ini agak berbeda.

Dia memberikan jawaban ‘kebelet buang air’ saat ditanyai alasan dirinya melanggar lalu lintas.

Dan sudah pasti alasan itu sama sekali tidak diterima oleh polisi, membuat dirinya harus mendapatkan hukuman.

Melansir NBC New York, Jumat (14/6/2019), insiden itu terjadi sekitar awal bulan Juni.

Remaja yang tidak diketahui namanya itu ditangkap karena kedapatan mengendarai mobil di atas rata-rata di jalanan Canada.

Baca: Kecepatan Kendaraan Pada Jalur One Way Dibatasi Paling Cepat 80 Km/Jam

Dia melaju dengan kecepatan 170 km/jam, padahal, di wilayah tersebut pengendara memiliki batas kecepatan maksimal 60 km/jam.

Karena tindakannya itu, polisi Manitoba segera memberhentikan mobilnya yang melaju di Camaro, sementara remaja itu hanya bisa terdiam di balik kemudi.

Dan setelah pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa anak itu memiliki satu kesalahan lain, dengan mengendara tanpa SIM.

Saat ditanyai lebih lanjut alasannya mengendara dengan kecepatan di atas ketentuan, remaja itu malah memberi jawaban yang tidak masuk akal.

Yaitu, “karena terlalu banyak makan spicy chicken wings dan butuh ke toilet segera”.

Karena pelanggaran lalu lintas, polisi mendenda remaja itu dengan total 1169 dolar (Rp 16 juta).

Kejadian ini diunggah pihak polisi ke akun Twitter resmi RCMP Manitoba mereka, yang kemudian mendapat jawaban dari banyak orang.

“Tidak ada alasan untuk kecepatan seperti itu,” tulis akun tersebut. (Sally Siahaan/cr12/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas