Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Waspada, Inilah 5 Kanker Mematikan pada Pria yang Sulit Dideteksi

Kanker yang sulit dideteksi, karena gejalanya tidak dikenali atau alat pendeteksinya belum ada, bisa membuat diagnosis dan pengobatannya terlambat.

Waspada, Inilah 5 Kanker Mematikan pada Pria yang Sulit Dideteksi
ISTIMEWA
Ilustrasi kanker otak 

TRIBUNNEWS.COM - Dari semua tipe kanker, ternyata insiden kanker 20 persen lebih tinggi pada pria dibanding wanita. Tingkat kesembuhan penyakit ini juga rendah karena gejala awalnya sering tidak terdeteksi.

Kanker yang sulit dideteksi, karena gejalanya tidak dikenali atau alat pendeteksinya belum ada, bisa membuat diagnosis dan pengobatannya terlambat. Angka harapan hidupnya pun menjadi kecil.

Berikut adalah beberapa jenis kanker yang paling sering diderita pria dan sulit dideteksi:

1. Kanker paru
Meski kanker prostat lebih banyak diderita pria, tetapi kanker paru adalah pembunuh nomor satu pada kaum adam. Hanya 16 persen kanker paru yang didiagnosis di stadium awal. Sekali penyakit ini menyebar, sel-sel kanker akan makin agresif. Angka harapan hidup dalam 5 tahun hanya 4 persen.

Kanker paru sering baru disadari saat sudah di stadium akhir. "Paru-paru berisi udara, sehingga bisa saja ada pertumbuhan tumor di organ ini tanpa kita sadari," kata David Rose Camidge, Ph.D, profesor onkologi dan peneliti kanker paru dari Universitas Colorado.

Gejala kanker paru antara lain batuk terus-menerus, sesak napas, dan berat badan turun tanpa sebab. Penyakit ini bisa dideteksi dengan melakukan CT scan paru.

2.. Kanker kolorektal
Kanker kolorektal adalah kanker yang mengenai bagian usus besar dan rektum (anus). Penyakit ini dulu lebih banyak diderita orang berusia di atas 50 tahun, namun saat ini orang yang lebih muda juga mengalaminya.

Kanker kolorektal sulit dideteksi karena gejalanya tidak spesifik. "Bisa saja kita menganggap gejala itu merupakan gangguan pencernaan biasa, misalnya kram perut, ada darah di feses, atau sering sembelit dan diare," kata William Grady, pakar pencegahan kanker kolon.

Ia mengatakan, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi berkala karena pertumbuhan tumor pra-kanker bisa dioperasi sebelum berkembang menjadi kanker.

3. Kanker pankreas
Meski kasus kanker ini hanya 3 persen dari keseluruhan tipe kanker, namun angka kematiannya tinggi. Penyakit ini juga sulit dideteksi karena tidak ada alatnya dan gejalanya baru muncul saat kanker sudah menyebar.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas