Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Imam Nahrawi dan Alex Noerdin Kukuhkan Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Palembang

Asisten Deputi Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI menyelenggarakan Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba

Imam Nahrawi dan Alex Noerdin Kukuhkan Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Palembang
ist
Imam Nahrawi dan Alex Noerdin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asisten Deputi Wawasan Pemuda pada Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI menyelenggarakan Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba di Palembang, Rabu (14/6/2017). Selama dua hari penuh, sekitar 360 pemuda dari 9 kabupaten/kota di Sumsel mengikuti pelatihan ini.

Asdep Wawasan Pemuda, Mulyadi, mengatakan pelatihan ini untuk mencetak kader inti yang nantinya akan menjadi fasilitator di komunitasnya masing-masing.

"Kita fokus ke pemuda dan pelajar karena di rentang usia merekalah awal pintu masuknya narkoba. Karena itu, seleksi peserta cukup ketat, harus disiplin selama pelatihan, dan tentunya bebas narkoba," ungkap Mulyadi.

Sementara itu, Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Menpora Anggia Ermarini yang mengisi materi Pendidikan dan Keterampilan Hidup bagi Pemuda, menekankan pentingnya lifeskills bagi pemuda Indonesia.

"Kecakapan dan keterampilan hidup bagi pemuda itu sangat penting agar kita terbiasa untuk mengatasi masalah-masalah kita sendiri, besar atau kecil, bahkan sampai masalah jerawat sekalipun," katanya.

Kemampuan berkomunikasi, bekerjasama, inisiatif memecahkan masalah, beradaptasi, dan karakter kepemimpinan adalah komponen-komponen lifeskills yang perlu dimiliki pemuda.

"Apalagi kita hingga tahun 2040 nanti mengalami bonus demografi, yakni usia produktif atau anak-anak muda lebih banyak dibanding orang tua. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," ujar Anggia.

Menurut Anggia, tantangan pemuda hari ini kian kompleks, termasuk godaan narkoba.

"Saya tekankan jangan sekali-sekali menyentuh narkoba. Yakinlah masih lebih enak empek-empek, bakso, dan es teh daripada narkoba," tuturnya.

Saat ditanya tentang upaya yang perlu dilakukan jika punya teman yang terpapar narkoba, Anggia meminta agar terus didampingi, ditemani, dan tidak ditinggalkan. Kemudian, dirujuk ke pusat rehabilitasi narkoba.

"Jika dijauhi, maka dia akan semakin tenggelam dengan narkoba," tandas Anggia.

Pelatihan ini melibatkan Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dispora Sumsel.

Rencananya, para kader inti akan dikukuhkan Menpora Imam Nahrawi pada Kamis (15/6/2017) sore di Griya Agung (rumah dinas) Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas