Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Awas, Kerap Merokok Saat Hamil Bisa Sebabkan Anak Berperilaku Sadis Saat Remaja Nanti

Entah mengonsumsi rokok atau alkohol sendiri atau berada di dekat perokok aktif, maka kondisi ini sangat tidak disarankan bagi wanita yang tengah...

Awas, Kerap Merokok Saat Hamil Bisa Sebabkan Anak Berperilaku Sadis Saat Remaja Nanti
nbc
Ilustrasi rokok elektrik 

TRIBUNNEWS.COM - Anjuran untuk menjauhi tembakau dan alkohol pada setiap orang hampir selalu diberikan oleh pakar kesehatan.

Apalagi bagi mereka para ibu hamil yang sedang menanti perkembangan janin.

Entah mengonsumsi rokok atau alkohol sendiri atau berada di dekat perokok aktif, maka kondisi ini sangat tidak disarankan bagi wanita yang tengah mengandung.

Apakah dampaknya?

Fakta yang ditemukan oleh peneliti dari King’s College London ialah bahwa paparan asap dan alkohol terutama selama perkembangan janin dapat memicu beberapa perubahan epigenetik modifikasi kimia DNA.

Buruknya lagi, kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol bisa meningkatkan sejumlah masalah pada psikologis tumbuh kembang anak, khususnya saat remaja nanti.

Gangguan perilaku (Conduct Disorder) adalah gangguan mental dimana anak-anak menunjukan perilaku agresif yang menyebabkan atau mengancam bahaya terhadap oranglain maupun pada hewan dengan cara menggertak maupun mengintimidasi.

Tidak hanya itu, gangguan perilaku ini juga menyebabkan seoranga anak melakukan perkelahian fisik, dan melakukan tindakan kejam pada hewan, seperti yang dikutip Grid.ID dari Boldsky.

Salah satu gen yang menunjukkan perubahan epigenetik yang paling signifikan adalah MGLL - diketahui berperan sebagai sebuah penghargaan.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan bahwa masalah perilaku sering disertai dengan penyalahgunaan zat, mengakibatkan toleransi rasa sakit yang lebih tinggi.

"Ada bukti bagus bahwa paparan terhadap ibu merokok dan alkohol dikaitkan dengan masalah perkembangan pada anak-anak, namun kita tidak tahu bagaimana peningkatan risiko terjadinya masalah perilaku.

Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan epigenetik yang terjadi di rahim adalah tempat yang baik untuk memulai, "kata Edward Barker dari King's College London, dikutip Grid.ID dari Boldsky.

Untuk penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Development and Psychopathology, tim tersebut mengukur pengaruh faktor lingkungan yang sebelumnya terkait dengan masalah permasalah awal, termasuk pola makan ibu, merokok, penggunaan alkohol dan paparan peristiwa kehidupan yang penuh tekanan.

Mereka menemukan perubahan epigenetik di tujuh lokasi di seluruh DNA dari mereka yang kemudian berkembang menjadi awal masalah perilaku anak.

Beberapa perbedaan epigenetik ini dikaitkan dengan paparan prenatal, seperti penggunaan merokok dan alkohol selama kehamilan. (*)

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas