Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kok Bisa Sih, Banyak Makan Tapi Pinggangnya Masih Ramping, Apa yang Membuatnya Tak Gendut?

- Apakah ada orang di sekitar Anda yang perutnya muat untuk menampung semua makanan namun tidak pernah menjadi gemuk?

Kok Bisa Sih, Banyak Makan Tapi Pinggangnya Masih Ramping, Apa yang Membuatnya Tak Gendut?
NET
Banyak makan langsing 

TRIBUNNEWS.COM - Apakah ada orang di sekitar Anda yang perutnya muat untuk menampung semua makanan namun tidak pernah menjadi gemuk?

Ia makan kapan saja namun tidak menunjukkan tanda-tanda pinggang melebar dan pipi tembam?

Sedangkan Anda merasa, minum air saja bisa membuat Anda gemuk?

Tentu heran melihat tipe orang yang seperti itu. Namun kenyataannya mereka memang bisa dikategorikan sebagai orang beruntung.

Karena tidak perlu susah memikirkan berat badan yang meningkat gara-gara makanan.

Mengapa ada orang yang seperti itu?

Jawabannya adalah karena setiap tubuh manusia memberi respons yang berbeda terhadap satu jenis makanan yang sama.

Coba perhatikan, dua orang yang sama usia, pekerjaan, dan jenis kelamin, mereka kemudian memiliki pola makan yang sama, tapi nyatanya mereka memiliki berat badan yang berbeda.

Selain itu, faktor genetik rupanya juga mempengaruhi. Orang yang tetap kurus sekalipun makan berlebih memiliki warisan genetik yang baik.

Faktor genetik tersebut mempengaruhi tubuh seseorang dalam merespons makanan yang masuk dalam tubuh.

Kedua, faktor uang mempengaruhi juga soal metabolisme.

Proses metabolisme yang cepat dan pembakaran kalori juga berbeda pada setiap tubuh manusia.

Mereka tidak mengalami penambahan berat badan gara-gara kemungkinan ia terlahir dengan sistem metabolisme yang cepat dan tubuhnya membakar kalori dengan baik pula.

Begitulah ia terlahir, sama halnya dengan seseorang lahir dengan mata biru dan rambut pirang.

Memang usia, bentuk tubuh, gender, dan aktivitas fisik mempengaruhi sistem metabolisme, namun faktor genetik yang paling mempengaruhi.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas