Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Si Kecil Lambat Bicara? Ayah, Bunda Kuncinya Adalah Sabar Menunggu, Ini Alasannya

Orangtua kerap cemas bila anaknya tak kunjung mahir bicara seperti anak-anak lain sebayanya.

Si Kecil Lambat Bicara? Ayah, Bunda Kuncinya Adalah Sabar Menunggu, Ini Alasannya
net
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Orangtua kerap cemas bila anaknya tak kunjung mahir bicara seperti anak-anak lain sebayanya.

Padahal, pada hampir semua kasus, lambat bicara ternyata wajar adanya. Ini karena tingkat kemampuan berbahasa di antara anak-anak berbeda satu dengan lainnya.

Mengenai si kecil lambat bicara ini, sebelumnya ketahui dulu dua aspek perkembangan bahasa.

Pertama, perkembangan bahasa penerimaan (reseptif), yakni kemampuan anak mendengar ucapan, mencerna, dan memberi respons yang sesuai. Misalnya, mengikuti perintah atau mendengarkan dongeng.

Kedua, perkembangan bahasa ekspresif, yaitu kemampuan menggunakan bahasa bertutur untuk mengungkapkan gagasan dan perasaannya, seperti memangil nama orang, atau minta makan.

Bagi kebanyakan anak, bahasa penerimaan dikuasai lebih dulu ketimbang bahasa ekspresif. Orangtua bisa mengamati saat si kecil menjadi “pendengar yang baik” waktu kita mendongeng.

Si kecil sibuk menyimak meskipun ia belum bisa bicara sepotong pun. Ini terjadi lantaran anak lebih dulu “dihujani” kata-kata, jauh sebelum kemampuan bicaranya muncul.

Reaksinya akan dimunculkan dalam bentuk mimik muka ataupun gestur tubuh sebelum di kemudian hari ia akan menanggapi dengan berkata-kata.

Mungkin orangtua berpikir belajar bahasa itu sulit lantas merasa khawatir ketika buah hatinya tak kunjung bicara.

Sabar dan yakin adalah kunci mengatasi kekhawatiran ini sebab nyatanya sebagian besar anak akan pada waktunya akan bisa berbicara tanpa perlu bantuan khusus.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas