Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Prodia Kembangkan Layanan Precission Medicine

Selain terus mengembangkan teknik pemeriksaan ini, jelasnya, Prodia juga terus berusaha menekan biaya pemeriksaan kesehatan ini.

Prodia Kembangkan Layanan Precission Medicine
TRIBUN/HO
Direktur Utama PT Prodia Widyahusaha Tbk (Prodia) Dewi Muliaty (tengah) didampingi Dokter Penanggung Jawab PWHC DR dr Raditya Wratsangka SpOG (kiri) dan Project Manager PWHC Rini Budiyati (kanan) mengunjungi fasilitas Prodia Womens Health Centre (PWHC), pusat kesehatan khusus bagi perempuan berbasis women-wellness yang pertama di Indonesia dengan teknologi diagnostik terbaru, di gedung PWHC Wolter Monginsidi, Jakarta, Rabu (8/3/2017). Melaui PWHC yang merupakan terobosan terbaru Prodia ini, diharapkan perempuan Indonesia akan mendapatkan layanan kesehatan terbaik dengan tingkat kenyamanan tinggi sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Di PWHC para pelanggan perempuan memiliki banyak pilihan untuk melakukan pencegahan penyakit dengan berbagai jasa layanan, mulai pencegahan dini seperti vaksinasi, pencegahan lanjutan seperti medical check-up, pap smear, serta diagnostic centre seperti USG ObGyn, Rontgen, juga konsultasi dokter umum dan spesialis. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Laboraturium klinik Prodia kini mulai mengembangkan teknik baru pemeriksaan kesehatan, teknik baru yang dinamakan precission medicine ini memungkinkan dokter mengatahui kebutuhan pengobatan pasien, termasuk dosisnya.

Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk, Dewi Muliaty mengatakan diagnosa precission medicine telah dipraktikkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa.\

Baca: Habis Setubuhi Santi, Aris Langsung Mencekik dan Membanting Hingga Tewas

"Kami sudah melakukannya di beberapa klinik Prodia. Dengan teknik pemeriksaan ini, akan ketahuan secara genetik gen seseorang dan memungkinkan dokter mampu memberikan pengobatan secara efektif dan memberikan obat berdasarkan yang dibutuhkan saja. Misalnya berapa dosis yang dibutuhkan," kata Dewi di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Selain terus mengembangkan teknik pemeriksaan ini, jelasnya, Prodia juga terus berusaha menekan biaya pemeriksaan kesehatan ini.

Menurutnya, saat ini biaya pemeriksaan lab masih relatif kecil dibanding dengan biaya pengobatan, yaitu kisarannya sebesar 5 persen dibandingkan biaya pengobatannya itu sendiri.

"Harapan kami adalah agar lab kami bisa terjangkau sehingga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat," jelasnya.

Saat ini Prodia mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 273 outlet di 114 kota di Indonesia.

Manajemen Prodia juga berencana untuk membangun klinik khusus untuk pasien tertentu.

Hingga 2020 mendatang lab tersebut berencana untuk membangun 34 klinik termasuk klinik-klinik khusus.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas