Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hati-hati Herniasi Diskus Vertebralis, PELD Teknologi Terkini Bisa Jadi Solusi

Diskus invertebra, saat masih anak-anak memiliki cairan yang cukup banyak dan fleksibel menopang ruas-ruas tulang belakang

Hati-hati Herniasi Diskus Vertebralis, PELD Teknologi Terkini Bisa Jadi Solusi
istimewa
dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, Jakarta, Rabu (13/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tulang belakang (spine) pada manusia tersusun dari 32 ruas tulang, dan dibagi menjadi lima segmen utama meliputi susunan tulang cervical/ leher, thorakal, lumbar/ tulang punggung bawah, sakral dan coccyx/ tulang ekor.

Ruas-ruas tulang belakang berjajar rapi, kecil diatas dan membesar di bawah hingga sakral.

Selain menyangga tubuh dan menopang berat kepala, tulang belakang berfungsi sebagai tempat melekatkanya otot dan saraf-saraf penting.

Diantara ruas tulang belakang, terselip jaringan lunak yang disebut diskus intervertebra/ diskus spinal, fungsinya sebagai peredam kejut dan menjaga fleksibilitas tulang belakang untuk memudahkan semua gerakan tubuh.

Inti diskus vertebra, teksturnya lebih lembut dibandingkan sisi bagian luar (anulus), yang berfungsi melindungi inti diskus yang berupa gel yang dalam istilah kedokteran disebut nucleus pulposus.

Baca: Adanya Penggunaan Gas Racun Syaraf VX untuk Membunuh Kim Jong Nam Disebut Hanya Karangan Korsel

Diskus invertebra, saat masih anak-anak memiliki cairan yang cukup banyak dan fleksibel menopang ruas-ruas tulang belakang.

Seiring dengan bertambahnya usia, bagian dari proses penuaan, cairan diskus mengalami penurunan. Dampaknya anulus menjadi lebih keras dan gampang pecah.

Dipicu aktivitas fisik berlebih atau trauma, diskus vertebra dapat mengalami kerusakan, berupa herniasi (tonjolan tak normal) sehingga disebut herniasi diskus vertebralis.

"Kondisi ini akan mengganggu saraf di sekitar tulang belakang, menimbulkan sensasi nyeri, baal atau kelemahan pada bagian lengan atau tungkai," kata dr Mahdian Nur Nasution, SpBS, pakar nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Onta Merah, Jakarta, Rabu (13/9/2017). 

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas