Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Susah Gemuk Meski Makan Melulu? Ini Penjelasannya

perbedaan tersebut terjadi karena setiap orang memiliki respons gula darah yang berbeda pada makanan yang sama.

Susah Gemuk Meski Makan Melulu? Ini Penjelasannya
net
Ilustrasi makan banyak 

TRIBUNNEWS.COM - Pernahkah kamu mengetahui orang di sekitarmu sering makan namun sulit gemuk?

Ternyata hal ini memiliki alasan sendiri.

Ternyata, perbedaan-perbedaan tersebut terjadi karena setiap orang memiliki respons gula darah yang berbeda pada makanan yang sama.

Demikian menurut penelitian menarik terbaru yang diterbitkan dalam Cell.

Itu artinya, predikat diet terbaik untuk menurunkan berat badan (dan semua diet dengan saran agar kita mengonsumsi makanan rendah glikemik) bisa jadi keliru.

Bagaimana bisa dokter dan ahli gizi melenceng pada ilmu gula darah?

Selama beberapa dekade, para ahli telah menggunakan indeks glikemik (IG) untuk menentukan bagaimana makanan tertentu meningkatkan level gula darah.

Dalam konsep tersebut diyakini bahwa semakin tinggi IG sebuah makanan, semakin tinggi lonjakan gula darah setelah memakannya sehingga menyebabkan tubuh melepaskan insulin atau lebih dikenal sebagai hormon "penyimpanan lemak".

Gula darah tinggi juga dikaitkan dengan obesitas dan tentunya penyakit diabetes.

Teori tersebut telah menjadi doktrin gizi selama bertahun-tahun sampai kemudian para peneliti dari Weizmann Institute of Science di Israel menyimpulkan respons gula darah pada makanan tidak sama pada tiap orang.

Dalam riset tersebut, sebanyak 800 relawan dilibatkan, dan kadar gula darah mereka dicatat menggunakan monitor portabel secara terus-menerus selama satu minggu penuh.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas