Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Wabah Difteri

Perlu Anda Ketahui Apa Itu penyakit Difteri, Gejala dan Pencegahannya

Penyakit Difteri telah mewabah, Kementerian Kesehatan bahkan menetapkan Kejadian Luar Biasa.

Perlu Anda Ketahui Apa Itu penyakit Difteri, Gejala dan Pencegahannya
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Seorang murid ketakutan ketika petugas medis memberikan suntikan imunisasi TT (Tetanus Toksoid) di SDN Bawakaraeng 3, jl Gunung bawakaraeng, Makassar, Sulsel, Rabu (15/10). Kegiatan imunisasi itu merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) guna memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Yulianto juga menyebutkan bahwa untuk di Jawa Barat dan di Jawa Timur, memang terjadi ratusan kasus. Ia menilai, hal itu disebabkan rendahnya cakupan immunisasi di daerah tersebut.

"Daerah lain tinggi-tinggi, Jateng rendah karena cakupan imunisasi kita tinggi, memang sedikit yang tidak mau diimunisasi tapi kebanyakan menerima," ujarnya.

Ia mengimbau pada masyarakat untuk ikut mendukung program imunisasi sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan dari serangan virus berbahaya.

"Ini harus didukung semua masyarakat, stakeholder, semua pemangku kepentingan berperan serta untuk penanggulangan penyakit Difteri dengan mendorong semua balita mendapatkan imunisasi, karena penyakit ini akan diberantas dengan cara ini," katanya.

Meski hanya ditemukan dua kasus di Jateng, lanjutnya, Dinkes Jateng telah menindaklanjutinya dengan berupaya meningkatkan dan pemerataan imunisasi rutin. Khususnya imunisasi DPT-HB-Hb minimal 95 persen, setiap Level juga minimalkan 98 persen cakupan imunisasi bisa di kelas 1,2 dan 3.

"Harapan kami kalau bisa 100 persen anak di Jateng diimunisasi. Sebab pemerintah kan menyediakan vaksin imunisasi itu sangat cukup, cuma ada orangtua yang tidak menerima. Harapan kita yang tidak menerima itu makin sedikit kalau bisa nol persen," katanya.
(had/dse)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas