Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

BPOM Perketat Pengawasan Iklan Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan

Dalam draft rancangan peraturan tersebut pengetatan pengawasan akan dilakukan dengan memberlakukan syarat iklan.

BPOM Perketat Pengawasan Iklan Obat Herbal dan Suplemen Kesehatan
Tribun Lampung/Andreas Heru Jatmiko
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan Bandar Lampung melakukan sidak makanan ke Supermarket Giant dan Ramayana Robinson, Kamis (15/6/2017). TRIBUN LAMPUNG/ANDREAS HERU JATMIKO 

Laporan Reporter Kontan.co.id, Agus Triyono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bakal memperketat pengawasan promosi dan iklan obat dan suplemen kesehatan.

Pengetatan pengawasan iklan obat dan suplemen khusus kesehatan, secara khusus akan dilakukan terhadap obat dan suplemen kesehatan berbahan alami.

Pengetatan pengawasan tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Kepala BPOM tentang Pengawasan Promosi dan Iklan Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan.

Dalam draft rancangan peraturan tersebut pengetatan pengawasan akan dilakukan dengan memberlakukan syarat iklan.

Bagi obat dan suplemen kesehatan yang mau diizinkan, produk tersebut harus mendapatkan persetujuan izin iklan dan izin edar dari kepala BPOM.

Untuk memperoleh izin iklan tersebut, pemegang izin edar harus melewati beberapa tahapan.

Walau secara syarat dokumen, permohonan sudah lengkap, BPOM tetap akan mengevaluasi syarat tersebut. Syarat akan diperiksa oleh Tim Penilai Iklan Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan.

Jika iklan tidak sesuai dengan aturan, BPOM akan memutuskan untuk menolak permohonan izin iklan. Selain syarat administrasi, BPOM juga akan memperketat penyajian iklan.

Iklan obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang disajikan harus obyektif, memberikan informasi ke masyarakat sesuai kenyataan sebenarnya dan tidak boleh menyimpang dari khasiat serta produk harus aman.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas