Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ibu Hamil Disarankan Hindari Konsumsi 7 Ikan Ini

Badan-badan pemerintah AS itu terus merekomendasikan masyarakat untuk makan dua hingga tiga sajian ikan rendah merkuri per minggu.

Ibu Hamil Disarankan Hindari Konsumsi 7 Ikan Ini
liberationnews.org
Ilustrasi ibu hamil. 

TRIBUNNEWS.COM - Selama bertahun-tahun dokter menyarankan wanita hamil dan orangtua yang punya anak kecil untuk makan ikan tetapi menghindari yang mengandung merkuri.

Saran ini masih membingungkan karena belum ada klarifikasi ikan mana yang mengandung merkuri rendah atau tinggi.

Lembaga Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan US Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan panduan akhir mengenai konsumsi ikan yang ditujukan pada ibu hamil dan menyusui serta orangtua yang punya anak kecil.

Badan-badan pemerintah AS itu terus merekomendasikan masyarakat untuk makan dua hingga tiga sajian ikan rendah merkuri per minggu.

Baca: Pengunjung Mengeluh, Lahan Parkir di Pasar Jambul Disewakan ke Warga Sekitar

Saat ini badan-badan tersebut pun menyediakan informasi ikan mana yang tinggi dan rendah merkuri. Kadar merkuri dihitung menggunakan data FDA dan sumber-sumber lain.

Saran baru itu menyebutkan wanita hamil dan menyusui serta orang tua anak kecil sebaiknya menghindari tujuh ikan yang tinggi merkuri : ikan tilefish dari Teluk Meksiko, hiu, swordfish, orange roughy, bigeye tuna, marlin dan king mackerel.

Ikan yang rendah merkuri termasuk yang paling sering dikonsumsi adalah salmon, kod, udang dan nila.

Pedagang ikan diminta memasang saran itu dan juga grafik referensi ikan untuk membantu masyarakat terinformasi dan memutuskan ikan mana yang akan dibeli.

FDA mengatakan 50 persen wanita hamil yang disurvei melaporkan makan lebih sedikit ikan yang direkomendasikan. Ikan umumnya pilihan konsumsi yang sehat karena kadar protein dan lemak sehatnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas