Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Risiko Kematian pada Penderita Diabetes Bertubuh Gemuk dan Kurus

Pasien yang bertubuh ramping secara metabolik memiliki kesamaan dengan penderita obesitas. Bedanya hanya bobot tubuhnya.

Risiko Kematian pada Penderita Diabetes Bertubuh Gemuk dan Kurus
ISTIMEWA
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM - Orang kelebihan berat badan yang didiagnosis mengidap diabetes, dapat hidup lebih lama daripada orang bertubuh kurus yang didiagnosis serupa.

Faktanya, 85 persen penderita diabetes bertubuh gemuk. Orang yang berbadan gemuk adalah penyumbang utama diabetes tipe 2, karena sel lemak berlebih dapat mempengaruhi cara tubuh memecah glukosa dan menghasilkan insulin.

Namun, beberapa individu dengan berat badan normal dapat mengembangkan penyakit ini juga.

Orangtua dan orang keturunan Asia lebih cenderung memiliki berat badan normal saat didiagnosis, misalnya.

Dalam istilah medis, kondisi orang berberat badan normal tetapi menderita obesitas disebut dengan metabolicaly obese normal weight (MONW).

Keberadaan lemak ini yang bisa mendongkrak kadar gula darah orang yang terlihat kurus sekalipun.

Kata Mercedes Carnethon, associate professor of preventive medicine di Northwestern University, mungkin orang yang kurus saat terkena diabetes sudah rentan terhadap kesehatan yang buruk.

"Kami berhipotesis bahwa diabetes mereka mungkin berbeda, mereka mungkin telah mengembangkan diabetes karena alasan yang tidak terkait dengan obesitas," kata Carnethon dikutip dari Time.

Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA), Carnethon dan timnya meninjau data tentang lima penelitian sebelumnya yang melacak  orang-orang untuk Faktor risiko penyakit jantung.

Penelitian yang dilakukan antara 1990 dan 2011 ini melibatkan 2.625 orang yang baru didiagnosis menderita diabetes, dan sekitar 12 persen di antaranya memiliki berat badan normal.

Halaman
123
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Willem Jonata
Sumber: Nakita
  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas