Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Ramadan 2018

Bisakah Penderita Gangguan Jantung Berpuasa Secara Aman?

Bagi Anda yang memiliki gagal jantung dan takut menjalankan puasa, ahli dari European Society of Cardiology (ESC) membawa kabar baik.

Bisakah Penderita Gangguan Jantung Berpuasa Secara Aman?
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadhan dan menjalankan ibadah puasa adalah salah satu momen yang ditunggu umat muslim di seluruh dunia.

Sayang, tidak semua umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa karena sedang sakit atau hamil.

Bagi Anda yang memiliki gagal jantung dan takut menjalankan puasa, ahli dari European Society of Cardiology (ESC) membawa kabar baik.

Baca: Pengamat: Suku Bunga Acuan 4,5 Persen, Rupiah Bisa Menguat

Dalam presentasinya di Konferensi Tahunan ke-29 Asosiasi Jantung Saudi (SHA29) awal Maret lalu di Riyadh, Arab Saudi, ahli mengungkap pasien dengan gagal jantung dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman.

Gejala gagal jantung yang meliputi sesak napas, pembengkakan pergelangan kaki, dan kelelahan, biasanya disarankan untuk membatasi asupan cairan setiap hari hingga kurang dari dua liter dan sodium kurang dari 2.500 miligram.

Mereka juga diberi obat-obatan seperti inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE) atau bloker reseptor angiotensin II (ARB), beta blocker, diuretik dan digoxin.

"Banyak pasien gagal jantung yang sering bertanya pada dokter apakah mereka aman untuk melakukan puasa. Sayang, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mampu menjelaskannya," kata Dr Rami Abazid, ahli jantung dari Prince Sultan Cardiac Centre, Arab Saudi, dilansir Science Daily, (1/3/2018).

Penelitian Berangkat dari pengalaman itu, Rami dan timnya melakukan penelitian observasional porspektif yang meneliti efek puasa Ramadhan dan pengurangan fraksi ejeksi kurang dari 40 persen pada pasien dengan gagal jantung kronis.

Fraksi ejeksi adalah pengukuran darah yang dipompa keluar dari ventrikel, normalnya 50 persen atau lebih.

Ada 249 pasien dengan gejala gagal jantung yang melakukan rawat jalan di tiga klinik.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas