Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mana yang Lebih Baik, Mandi dengan Sabun yang Banyak Busa atau Tidk?

Sebetulnya, mana sabun yang lebih baik, apakah yang menghasilkan banyak busa atau sebaliknya?

Mana yang Lebih Baik, Mandi dengan Sabun yang Banyak Busa atau Tidk?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketika menggunakan sabun mandi, banyak dari kita yang merasa kurang bersih jika sabun mandi yang digunakan tidak mengeluarkan banyak busa.

Sebaliknya, ketika sabun mandi tersebut menghasilkan banyak busa, banyak dari kita yang merasa lebih bersih.

Sebetulnya, mana sabun yang lebih baik, apakah yang menghasilkan banyak busa atau sebaliknya?

Dokter Srie Prihianti, Sp.KK mengatakan, banyaknya busa sabun mandi sebetulnya tidak berkorelasi dengan daya pembersihnya.

Sabun yang menghasilkan banyak busa justru berpotensi mengangkat sebagian lapisan lipid pada kulit. Itulah mengapa kulit seringkali terasa kesat atau kering.

"Itu hanya kebiasaan saja bahwa mandi harus keset. Sebenarnya mindset itu harus diubah."

Begitu kata Srie saat peluncuran produk perawatan kulit bayi sensitif, Cussons Baby SensiCare di JW Mariott Hotel, Kuningan, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Baca: Apakah aman menggunakan sabun dari minyak jelantah?

Beberapa orang enggan menggunakan sabun yang tidak berbusa karena dianggap membuat kulit menjadi licin dan seolah sabun sulit terangkat.

Padahal, licin yang dirasakan bisa jadi merupakan efek kandungan pelembap di dalam sabun.

Sebab, beberapa sabun menambahkan kandungan ekstra misalnya kandungan pelembap atau minyak.

Penambahan kandungan tersebut bertujuan agar efek lembapnya terasa hingga setelah mandi.

"Gunanya memang setelah mandi dia sudah ada moisturizer-nya. Jadi saat dibilas tidak semua terangkat," tutur Srie.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sabun Mandi Berbusa dan Tak Berbusa, Mana Lebih Baik?".

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas