Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Banyak Anak di Berbagai Negara Terkena Campak dan Cacar Karena Tidak Imunisasi

Sejumlah wabah penyakit menyerang anak-anak setelah banyak orangtua yang memutuskan tidak memberikan vaksinasi

Banyak Anak di Berbagai Negara Terkena Campak dan Cacar Karena Tidak Imunisasi
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Petugas kesehatan memberikan imunisasi rubella kepada siswa di MTS Negri 1 Balikpapan. TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Sejumlah wabah penyakit menyerang anak-anak setelah banyak orangtua yang memutuskan tidak memberikan vaksinasi atau imunisasi kepada anaknya.

Ada beberapa kasus yang muncul seperti yang diberitakan oleh Health Line, di sebuah sekolah swasta di North Carolina, ada 36 anak di sebuah komunitas yang menolak vaksinasi tertinggi karena keyakinan agama terkena penyakit cacar air.

Kemudian di New Jersey ada 18 orang yang terinfeksi campak dan di Rockland County di New York, 87 orang didiagnosa terkena campak.

Pihak kesehatan New York pun memperingatkan kepada masyarakatnya kalau campak adalah salah satu virus paling menular di Bumi dan 90 persen terjadi pada orang yang tidak divaksinasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini juga memperingatkan bahwa kasus campak sejak 2017 meningkat di beberapa negara seiring dengan banyaknya yang menolak imunisasi.

Bahkan WHO memperkirakan 110.000 orang meninggal karena campak tahun 2017 lalu.

Secara keseluruhan, kasus yang dilaporkan telah meningkat lebih dari 30 persen di seluruh dunia sejak tahun 2016.

Yang terburuk dampknya terjadi di Amerika, kawasan Mediterania timur, dan Eropa, menurut laporan baru oleh organisasi kesehatan terkemuka.

Dr. Soumya Swaminathan, dari pihak WHO bahwa wabah penyakit campak ini menjadi perhatian serius sehingga akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

"Tanpa upaya mendesak kami akan meningkatkan cakupan vaksinasi dan mengidentifikasi populasi pada tingkat anak-anak yang tidak diimunisasi,” kata Soumya dalam keterangan resminya.

“Kami berisiko kehilangan momentum melindungi anak-anak dan masyarakat terhadap penyakit yang menghancurkan ini tetapi sepenuhnya ini dapat dicegah,” pungkas Soumya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas