Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention untuk Membuka Sumbatan Pembuluh Darah Koroner

PPCI menggunakan bius lokal dan biasanya dilakukan melalui pembuluh darah di pergelangan tangan atau paha

Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention untuk Membuka Sumbatan Pembuluh Darah Koroner
istimewa
Dr. M. Barri Fahmi, SpJP., Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK -  Rumah Sakit Jantung Diagram (Siloam Hospitals Group) memperkenalkan tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) sebagai tindakan membuka sumbatan pada pembuluh darah koroner di Rumah Sakit Jantung Diagram, Cinere, Depok, Rabu (5/12).

Penyakit Jantung koroner (PJK) sebagai penyebab kematian terbesar di dunia sehingga penanangan emergency pada pasien serangan jantung akut sangatlah penting untuk mencegah kematian, terutama 12 jam setelah terjadinya serangan.

Dokter spesialis Jantung dan Pembuluh darah RS Jantung Diagram Siloam Hospitals Group, Dr. M. Barri Fahmi, SpJP mengatakan, serangan jantung dapat dikenali dari gejala yang khas.

Menurutnya, ada tiga ciri khas gejala tersebut, yakni sifat rasa nyerinya seperti ditekan, ditindih atau rasa seperti dihantam benda tumpul. 

“Bukan seperti ditusuk-tusuk atau disayat. Serta, durasi nyeri pun berlangsung selama 15 menit hingga 20 menit. Kedua, pencetusnya diantaranya adalah stres emosional atau kelelahan fisik,” katanya.

Namun, serangan jantung kerap tidak menunjukan gejala khas pada beberapa orang, terutama pada perempuan, usia lanjut, dan penderita diabetes.

Baca: Koma Setelah Dijambret, Pembuluh Darah neng Mela Pecah

Hal itu disebabkan adanya neuropati diabetik yang dapat merusak saraf mengatur kerja jantung

“Tak heran apabila serangan jantung pada penderita diabetes disebut dengan serangan silent,” lanjutnya.

Untuk lebih mengidentifikasi terjadinya serangan jantung, diperlukan pula hasil pola gambaran elektrokardiografi (EKG) yang jelas, hasil laboratorium seperti enzim jantung yang spesifik, serta pemeriksaan lain yang menunjang (ekokardiografi dan atau kateterisasi jantung).

Serangan jantung disebabkan oleh mendadak hilangnya aliran darah ke pembuluh darah jantung, dikenal juga dengan nama pembuluh darah koroner. Karena serangan jantung terjadi mendadak dan menyebabkan kerusakan yang dahsyat pada otot jantung

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas