Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Bakteri di Hidung Bisa Pengaruhi Pemulihan si Kecil Dari Pilek

Bakteri di dalam hidung bayi nampaknya bisa menjelaskan terjadinya pemulihan cepat dari masalah kesehatan saluran pernapasan mereka.

Bakteri di Hidung Bisa Pengaruhi Pemulihan si Kecil Dari Pilek
net
Ilustrasi pilek pada bayi 

TRIBUNNEWS.COM - Bakteri di dalam hidung bayi nampaknya bisa menjelaskan terjadinya pemulihan cepat dari masalah kesehatan saluran pernapasan mereka.

Menurut peneliti di University Children's Hospital of Basel, bayi dengan berbagai jenis bakteri yang berbeda cenderung pulih lebih cepat dari virus pernapasan pertama mereka.

Ini dibandingkan dengan bayi dengan bakteri yang kurang bervariasi dan terkonsentrasi pada volume yang lebih tinggi, baik itu dari keluarga Moraxellaceae atau Streptococcaceae.

Para peneliti masih belum menawarkan solusi cepat untuk memulihkan bayi dari batuk dan pilek.

Namun, penelitian ini membantu para ilmuwan untuk memahami bakteri saluran pernapasan dalam mempengaruhi perkembangan infeksi dan kondisi jangka panjang seperti asma.

Roland P. Neumann, salah satu peneliti studi tersebut mengatakan, "Telah diketahui bahwa berbagai jenis bakteri hidup di usus kita.

Saluran pernapasan juga merupakan rumah bagi berbagai macam bakteri dan kita mulai memahami bahwa jenis dan jumlah bakteri ini, yang kita sebut sebagai mikrobiota, dapat mempengaruhi kesehatan pernapasan kita."

Virus seperti pilek biasa bertanggung jawab membuat bayi menderita gejala dengan durasi panjang seperti batuk, hidung berlendir, sakit tenggorokan, dan infeksi telinga.

Orangtua yang berpartisipasi diminta untuk segera memberi tahu para peneliti jika bayi mereka menderita gejala virus pernapasan pertama lebih dari 2 hari berturut-turut.

Sebagian besar gejala bayi berlangsung selama sekitar 2 minggu.

Bayi yang bebas dari gejala ketika dicatat di minggu ketiga, dianggap lebih mungkin memiliki campuran bakteri yang lebih luas di hidung mereka.

Selain itu, juga memiliki mikrobiota yang tidak kalah dengan bakteri dari keluarga Moraxellaceae atau Streptococcaceae.

Peneliti menemukan lebih sedikit variasi bakteri yang hidup di hidung bayi yang gejalanya terlihat selama lebih dari 3 minggu.

Mikrobiota yang ada lebih mungkin didominasi oleh bakteri dari famili Moraxellaceae atau Streptococcaceae.

(Rizqa Widiasti/Nakita.id)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas