Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Diet Karbohidrat? Ini Risikonya Pada Tubuh Termasuk Nafas Tak Sedap

Penurunan berat badan memang terjadi ketika asupan karbohidrat dikurangi. Namun, ada efek negatif yang akan muncul seiring menurunnya bobot tubuh.

Diet Karbohidrat? Ini Risikonya Pada Tubuh Termasuk Nafas Tak Sedap
VinePair
Ilustrasi bau mulut 

TRIBUNNEWS.COM - Karbohidrat seringkali disebut sebagai penyebab naiknya berat badan.

Maka tak heran jika banyak pola diet yang menyarankan pengurangan, bahkan penghentian konsumsi karbohidrat, demi berat badan yang ideal.

Nyatanya, tubuh kita membutuhkan karbohidrat untuk energi yang digunakan untuk mengisi otot, otak dan sistem saraf pusat.

Penurunan berat badan memang terjadi ketika asupan karbohidrat dikurangi.

Namun, ada efek negatif yang akan muncul seiring menurunnya bobot tubuh.

Ahli gizi, Libby Parker menyebut, mengurangi konsumsi karbohidrat sangat berbahaya bagi tubuh.

"Tubuh manusia dirancang untuk bekerja dengan sumber energi terutama pada sumber karbohidrat, yang idealnya membentuk 45-65 persen dari asupan kalori," kata dia.

Laman Independent merangkum empat risiko kesehatan karena mengurangi konsumsi karbohidrat.

1. Efek negatif pada bagian tubuh tertentu

Parker berkata, saat kita menerapkan diet ketogenik, diet yang membatasi asupan karbohidrat, bagian tubuh tertentu akan terpengaruh lebih besar daripada yang lain.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas