Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Seorang Bocah di New York Meninggal Saat Menghirup Aroma Ikan Asin, Ini Penjelasan Ahli Alergi

Anak laki-laki di New York, bernama Cameron Jean-Pierre meninggal setelah mengalami serangan asma hebat ketika menghirup aroma ikan asin.

Seorang Bocah di New York Meninggal Saat Menghirup Aroma Ikan Asin, Ini Penjelasan Ahli Alergi
TRIBUN/ABRAHAM DAVID
Pekerja mengecek kekeringan ikan asin yang sudah dijemur dari pagi dikawasan kampung nelayan, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (11/9/2018). Musim panas sangat disukai oleh para pengrajin, pendapatan mencapai 400 hingga 500Kg/hari untuk nelayan tradisional dengan harga jual Rp. 7.000 sampai Rp. 30.000 per kilogram. TRIBUNNEWS/ABRAHAMDAVID 

Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM -- Seorang anak laki-laki di New York, Amerika Serikat bernama Cameron Jean-Pierre meninggal setelah mengalami serangan asma hebat ketika menghirup aroma ikan asin yang sedang dimasak neneknya.

Ibu dari Jody Pottingr mendiang anaknya datang ke rumah neneknya Steven Jean-Pierrebersama dengan ayahnya pada 1 Januari 2019 lalu untuk merayakan tahun baru.

"Ketika dia menghirup ikan, kurasa itu memicu serangan asma dan dia tidak bisa bernapas," kata Pottingr seperti yang diberitakan Abc News, Jumat (4/1/2019).

Sang ayah, Steven Jean-Pierre yang berada di tempat kejadian menceritakan saat asma tersebut mulai menyerang sang anak ia langsung memberikan memasangkan nebulizer kepada si anak.

Sayangnya saat dipasangkan alat tersebut sang anak mengaku tidak membantu pernapasannya, sehingga rasa sesak itu semakin hebat.

"Aku memberinya nebulizer, mesin, yang biasanya dia gunakan jika sesuatu seperti itu (sesak) terjadi, jadi itu adalah situasi yang normal. Tapi untuk beberapa alasan, dia bilang itu tidak memberinya cukup udara pada saat itu," kata Steven.

Steven pun masih mengingat saat kejadian tersebut sang anak merasa seperti sudah sekarat dan sempat menyatakan rasa cinta kepada ayahnya.

"Dia memberiku dua ciuman, dua ciuman di wajahku. Dia berkata, 'Aku merasa seperti sedang sekarat.' Saya berkata, 'Jangan katakan itu. Apa yang kamu bicarakan. Jangan katakan itu'," tutur Steven

Pihak keluarga sempat memanggil pihak medik dan membawa Cameroon ke Rumah Sakit Brookdale tempat anak laki-laki itu dinyatakan meninggal.

Dengan kejadian tersebut, American College of Allergy, Asthma and Immunology memperingatkan orang-orang yang alergi terhadap ikan untuk menjauhi arena tempat memasak ikan.

Pasalnya protein yang di masak pada ikan bisa saja terlepas dan dihirup oleh penderita alergi.

"Menjauhi daerah-daerah di mana ikan sedang dimasak, karena protein mungkin dilepaskan ke udara selama memasak," kata ahli alergi Amerika.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas