Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hibur Anak Penderita Kanker, Tolak Angin Anak Sido Muncul Kunjungi Rumah Singgah YKAKI

Kanker dapat menyerang semua golongan termasuk anak-anak. Dikutip dalam laman World Health Organization (WHO), setiap tahun penderita kanker bertambah

Hibur Anak Penderita Kanker, Tolak Angin Anak Sido Muncul Kunjungi Rumah Singgah YKAKI
Istimewa
Sido Muncul mengunjungi dan memberikan bantuan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Senin (15/4/2019) 

Kanker dapat menyerang semua golongan termasuk anak-anak. Dikutip dalam laman World Health Organization (WHO), setiap tahun penderita kanker bertambah 6,25 juta orang dan 4% (250 ribu) diantaranya adalah anak-anak.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat 4.100 kasus baru kanker pada anak. Pada anak usia 0-14 tahun, prevalensi kanker anak adalah 9 per 100 ribu penduduk.

Sementara, pada anak usia 0-5 tahun, prevalensi kanker anak adalah 18 per 100 ribu penduduk.

Berangkat dari permasalahan ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk unggulannya Tolak Angin Anak mengunjungi Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Jakarta Pusat, Senin (15/04).

Dalam kunjungan ini, Tolak Angin Anak Sido Muncul menyalurkan bantuan tunai senilai Rp 350 juta ditambah dengan senilai Rp 1 juta untuk 33 keluarga yang berada di rumah singgah.

“Kehadiran kami hari ini ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penderita kanker. Kami datang menghibur anak-anak, sehingga setidaknya mereka tidakmerasa kesepian,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Lebih lanjut ia menjelaskan kalau YKAKI adalah tempat yang direkomendasikan untuk masyarakat yang ingin menyumbang, karena YKAKI dikelola dengan baik dan transparan.

“YKAKI ini dikelola dengan baik, transparan, dan saya lihat penyumbangnya banyak sekali,” jelas Irwan lagi.

Meski sudah terkelola dengan baik, rumah singgah ini masih butuh dana untuk operasional dan biaya pelunasan tanah rumah singgah yang memang masih meminjam dari bank.

“Saya cuma membantu untuk membiayai rumah singgah ini, sebab rumah singgah ini juga masih hutang sama bank. Kalau masih hutang sama bank, terus biayanya tiap bulan sama bauay utang nya 500 juta kan perlu adanya partisipasi,” ungkap Irwan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas