Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kanker Anak

Perjuangan Seorang Ibu yang Nekat Hijrah ke Ibukota Demi Kesembuhan Anak dari Kanker

Kebahagiaan anak tentunya menjadi hal yang utama bagi semua orang tua. Apapun akan dilakukan orang tua untuk kebahagiaan dan kesehatan anak.

BizzInsight
Perjuangan Seorang Ibu yang Nekat Hijrah ke Ibukota Demi Kesembuhan Anak dari Kanker
Istimewa
Apriliani (29) bersama anaknya, Abi (3) yang mengidap kanker leukimia 

TRIBUNNEWS.COM – Kebahagiaan anak tentunya menjadi hal yang utama bagi semua orang tua. Apapun akan dilakukan orang tua untuk kebahagiaan dan kesehatan anak.

Hal inilah yang dilakukan Apriliani (29), seorang warga kota Ambon, Provinsi Maluku, untuk Abi, anaknya yang masih berusia 3,5 tahun.

Dilihat sekilas, Abis nampak seperti balita umumnya, kecuali selang yang tersambung ke hidungnya. Balita yang aktif, ceria, dan penuh rasa ingin tahu ini sudah setahun menderita kanker leukemia.

Aprilia bercerita kalau kehidupan keluarganya berubah total sejak Abi didiagnosa mengalami kanker. Apalagi setelah dokter di kota asalnya, Ambon, menyarankan agar Abi segera dibawa ke Jakarta untuk menjalani pengobatan.

Mengingat Apriliani dan suami tidak memiliki pekerjaan tetap, sulit bagi mereka untuk membiayai pengobatan Abi, apalagi harus membiayai mereka bertiga, ditamah dengan perawat yang harus mendampingi Abi ke Jakarta.

“Sampai berangkat ke sini, kita berdua nggak ada yang kerja,” jelas Apriliani pada Tribunnews.com, Senin (15/4/2019).

Meski begitu, demi kesehatan Abi, Apriliani dan suami tetap nekat berangkat ke Jakarta dengan modal seadanya.

“Pokoknya pikirannya sampai ke Jakarat dulu,” ungkap Apriliani. Ia juga bercerita kalau yang ia pikirkan hanyalah kesembuhan Abi.

Meski dengan modal seadanya dan tanpa kenalan di Jakarat, mereka segera mendapat bantuan tempat tinggal juga pengobatan berkat rekomendasi dari para dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tempat Abi Berobat.

Bantuan ini datang dari “Rumah Kita”, sebuah rumah singgah khusus anak penderita kanker yang dibangun oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) yang berlokasi di Jl Percetakan Negara XI, Jakarta Pusat.

Di rumah singgah ini, semua kebutuhan Abi dan orang tuanya terpenuhi selama setahun mereka tinggal di sana. Mulai dari bantuan biaya pengobatan yang tidak dijamin BPJS, transportasi, hingga keperluan sehari-hari.

“Banyak membantu di yayasan sini. Pertama dari kebutuhan segala macem, kita semua hampir nggak ngeluarin apa-apa, susu mereka kasih, pampers mereka kasih, makan pun kita juga nggak pernah kekurangan. Tempat tinggalnya juga cukup layak, terus anak-anak fasilitasnya buat main ada, jadi kan mereka nggak jenuh. Terus sekolahnya juga ada, guru-gurunya juga baik-baik gitu,” ungkap Apriliani.

Hal ini memang termasuk dalam program yang dimiliki YKAKI. Dijelaskan oleh Ira Soelistyo, selaku ketua YKAKI, kalau mereka memiliki beberapa program, yaitu pengelolaan rumah singgah “Rumah Kita” dan juga “Sekolahku” sebuah sarana pendidikan untuk anak-anak penderita kanker baik yang tinggak di Rumah Kita, maupun yang di rumah sakit.

“Itu program utama kita. Selain itu, kami juga membiayai halhal atau tindakan atau obat-obat yang belum di-“tanggung” atau yang akan ditanggung tapi membutuhkan waktu lama,” jelas Ira.

Dalam menjalankan yayasannya ini, Ira mengaku mendapat banyak bantuan dari donator yang datang dari perorangan dan perusahaan. Ira juga mengungkapkan rasa syukurnya atas banyaknya bantuan yang mereka dapatkan sejak pertama kali berdiri pada 2016 silam.

Sido Muncul mengunjungi dan memberikan bantuan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Senin (15/4/2019)
Sido Muncul mengunjungi dan memberikan bantuan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia, Senin (15/4/2019) (Istimewa)

Kepedulian ini juga datang dari Tolak Angin Anak sebagai produk unggulan dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul tbk.

Tolak Angin Anak memberikan donasi senilai Rp 350 juta yang ditujukan sebagai bantuan operasional rumah singgah.

Tidak hanya itu, Tolak Angin Anak juga memberikan bantuan tunai langsung senilai Rp 1 juta pada 33 orang tua  anak penderita kanker.

“Kehadiran kami hari ini ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penderita kanker. Semoga bantuan ini bermanfaat dan anak-anak senang dengan kehadiran kami,” ungkap Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

Lebih lanjut Irwan juga berharap semoga akan ada lebih banyak lagi pihak-pihak tergerah hatinya untuk terlibat dan membantu YKAKI.

Penulis: Dessita Chairani

Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...
berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas