Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Petugas KPPS di Jawa Barat Dikabarkan Meninggal karena Diracun, Kemenkes Pastikan Tidak Ada

Seorang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Barat dikabarkan meninggal akibat diracun.

Petugas KPPS di Jawa Barat Dikabarkan Meninggal karena Diracun, Kemenkes Pastikan Tidak Ada
WARTA KOTA/henry lopulalan
DISKUSI MENINGGALNYA PETUGAS KPPS - Ahli Jantung Dr. dr. ANWAR SANTOSO, Sp.JP (K) saat menjadi pembicara dalam diskusi terbuka "Membedah Persoalan Sebab Kematian Mendadak Petugas PEMILU" di Kantor PB Ikatan Dokter Indonesia Jalan G.S.S.Y Ratulangi, Jakarta Pusat, Senin(13/5).Dokter Indonesia (IDI) menyebut penyebab utama kematian ratusan petugas KPPS pasca-pemilu 17 April bukanlah kelelahan. Penyakit yang sebelumnya diderita, seperti jantung dan saraf menjadi pemicu meninggalnya petugas KPPS.-Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Barat dikabarkan meninggal akibat diracun.

Namun Kementerian Kesehatan, melalui Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes. dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, Sp.M memastikan faktor yang menyebabkan bukan karena racun.

“Tadi barusan kabar dari provinsi Jawa Barat tidak diracun,” papar Hesty saat ditemui di kantor pusat IDI, di Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Ada penyebab lain yang menyebabkan petugas tersebut meninggal, namun keluarga petugas meminta agar penyebabnya dirahasiakan.

Baca: Bukan Penyebab Utama, Tapi Kelelahan Bisa Jadi Pemicu Kematian Petugas KPPS

Akun Facebook yang menyebarkan informasi bahwa petugas KPPS di Kelurahan Kebonjayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, meninggal karena diracun sianida.
Akun Facebook yang menyebarkan informasi bahwa petugas KPPS di Kelurahan Kebonjayanti, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, meninggal karena diracun sianida. (Facebook)

“Kami tentunya ada hak keluarga pasien jika ada penyebab tidak mau disebutkan, karena harus tanya dulu ke keluarga boleh gak disebutkan,” papar Hesty.

Baca: Setiap Berobat, Pasien BPJS Kesehatan Sekarang Wajib Finger Print, Ini Tujuannya

Diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) soal kematin petugas KPPS, di Jakarta Pusat, Senin (13/5/3019).
Diskusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) soal kematin petugas KPPS, di Jakarta Pusat, Senin (13/5/3019). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Sementara itu, Ketua Persatuan Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih mengimbau masyarakat tidak mudah berspekulasi mengenai kematian petuagas karena harus ada pembuktian medis untuk membuktikan penyebab kematian.

Kemudian pihak IDI, juga mengajak masyarakat ataupun keluarga yang curiga dengan kematian petugas sebaiknya lapor ke pihak berwajib untuk segera dilakukan pemeriksaan mendalam.

Baca: Billy Syahputra Bongkar Isi Hati Nikita Mirzani ke Vicky Nitinegoro: Mami Niki Cinta Banget

“Jadi dari segi keilmuwan harus dibuktikan secara medis. Makanya kalau ada warga atau masyarakat yang curiga, laporkan saja, atau keluarga yang ingin tahu, yasudah ajukan saja pemeriksaan mendalam dengan otopsi jenazah. Asal jangan berspekulasi,” pungkas Daeng.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...

Baca Juga

berita POPULER
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas